Rumpun Budaya Seni Sumatera Nusantara Apresiasi Terpilihnya Prof Yusri sebagai Ketua MAA

Redaksi
10 Apr 2026 14:27
Daerah News 0 19
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID – Rumpun Budaya Seni Sumatera Nusantara menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terpilihnya Prof Yusri sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) periode 2026–2031.

Ketua Umum Rumpun Budaya Seni Nusantara, Khairul Abrar IH, menyambut baik keputusan tersebut dan menilai sosok Prof Yusri merupakan figur yang tepat untuk kembali memimpin lembaga adat tertinggi di Aceh.

Dalam siaran pers yang disampaikan pada Kamis (9/4/2026), Khairul Abrar IH yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia Provinsi Aceh menyebutkan bahwa Prof Yusri adalah akademisi sekaligus tokoh adat terkemuka yang memiliki rekam jejak panjang dalam penguatan nilai-nilai budaya Aceh.

“Beliau sangat layak memimpin kembali Majelis Adat Aceh. Kapasitas keilmuan dan pengalaman beliau dalam bidang adat serta budaya menjadi modal besar untuk menjaga marwah adat Aceh di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Prof Yusri dikenal sebagai guru besar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala, dengan keahlian di bidang budaya dan bahasa Aceh. Kiprahnya tidak hanya terbatas di dunia akademik, tetapi juga dalam penguatan kelembagaan adat di Aceh.

Dalam perjalanan pengabdiannya, Prof Yusri pernah menjabat sebagai Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA) serta Wakil Rektor di Institut Seni Budaya Indonesia Aceh.

Pengalaman tersebut dinilai memperkuat kapasitas kepemimpinannya dalam merawat dan mengembangkan nilai-nilai adat dan budaya.

Selain itu, ia juga kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin MAA, yang menunjukkan tingginya kepercayaan dari berbagai elemen adat di Aceh terhadap kepemimpinannya.

Khairul Abrar IH berharap, di bawah kepemimpinan Prof Yusri, Majelis Adat Aceh dapat semakin berperan strategis dalam menjaga kearifan lokal, memperkuat identitas budaya, serta menjadi mitra penting pemerintah dalam pembangunan berbasis nilai-nilai adat.

“Ke depan, kita berharap MAA semakin aktif dalam melestarikan adat, membina generasi muda, serta menjadi benteng budaya Aceh di tengah arus globalisasi,” tutupnya.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
x
x