Terkait Penyataan Presiden Prabowo, Ini Kata Ketua HMI FKIP USK

Redaksi
23 Mar 2026 14:41
Daerah News 0 100
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa tidak ada lagi pengungsi di tenda mendapat tanggapan dari ketua umum HMI FKIP USK Rivaldi.

Menurutnya, pernyataan tersebut adalah bentuk kebohongan publik yang mencederai akal sehat dan menginjak-injak penderitaan rakyat.

“Realitas di lapangan berbicara sebaliknya. Di Aceh Tamiang dan ada beberapa daerah yang terdampak bencana nyata-nyata masih banyak rakyat yang tinggal di bawah tenda pengungsian, masih banyak masyarakat yang bertahan hidup di bawah tenda pengungsian, bergelut dengan keterbatasan, ketakutan, dan ketidakpastian ,” kata Rivaldi dalam rilis yang diterima redaksi Aspiratif Id,Senin (23/3/2026).

banner 350x350

“Mereka tidak hidup dalam statistik yang dimanipulasi, tetapi dalam kenyataan pahit yang setiap hari mereka rasakan,” sambunya.

Lebih lanjut Rivaldi menjelaskan, pernyataan presiden justru menunjukkan adanya jurang antara kekuasaan dan realitas rakyat yang semakin menganga.

Lebih jauh, beredar informasi bahwa pasca pernyataan tersebut, pihak yang berkaitan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) justru melakukan penggusuran terhadap tenda-tenda pengungsi.

“Jika ini benar, maka ini bukan hanya soal kebohongan, tetapi juga bentuk kekerasan struktural di mana negara tidak hanya gagal melindungi, tetapi juga aktif menyingkirkan rakyat dari ruang bertahan hidup terakhir mereka,” ujar Rivaldi.

Rivaldi menegaskan, bahwa ini bukan sekadar kekeliruan komunikasi, melainkan potret nyata bagaimana kekuasaan bekerja: menutup fakta, meredam kritik, dan membungkam penderitaan dengan narasi yang dibangun dari atas meja, jauh dari lumpur dan air mata rakyat. Dalam situasi seperti ini, diam adalah pengkhianatan.

Rivaldi menambahkan, Mahasiswa dan rakyat tidak akan tunduk pada kebohongan yang dibungkus rapi oleh kekuasaan. Ketika negara memilih untuk memutarbalikkan kenyataan, maka suara perlawanan akan semakin nyaring menggema.

“Karena bagi kami, kebenaran tidak bisa dihapus hanya dengan satu pernyataan dan penderitaan rakyat tidak akan pernah bisa disembunyikan,” tutupnya.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x