Dua Kapal Pertamina Lolos dari Zona Konflik Timteng, Pasokan Energi RI Aman

Redaksi
11 Mar 2026 08:58
Nasional News 0 72
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — PT Pertamina International Shipping (PIS) mengungkapkan dua kapal milik perusahaan berhasil keluar dari wilayah konflik di Timur Tengah. Keduanya yakni kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan, terdapat empat unit kapal milik perusahaan yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. Kapal PIS Rinjani dan PIS Paragon telah keluar dari zona konflik.

Sebelumnya, pada awal perang mencuat di Timur Tengah, kapal PIS Rinjani sedang berlabuh di Khor Fakkan – UAE, sedangkan Kapal PIS Paragon sedang discharge di Oman.

banner 350x350

“Dari empat unit kapal milik PIS, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

Sementara dua unit kapal lainnya masih beroperasi di kawasan Timur Tengah, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya sedang berada di Teluk Arab.

“Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman,” kata dia.

Adapun Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party).

Sedangkan, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Kendati dua kapal masih tertahan, namun seiring dua kapal telah keluar dari daerah konflik, Vega memastikan, rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia.

“Rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya,” ucapnya.

Dia menambahkan, Pertamina Group telah berkoordinasi dengan pemerintah dalam menerapkan metode reguler, alternative, dan emergency untuk menentukan rantai pasok yang paling efektif dan aman guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat serta memastikan distribusi berjalan lancar.

Selain itu, PIS terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam secara real-time terhadap seluruh posisi armada, kru, dan pekerja.

“Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa,” tutup Vega.[]

Sumber: Kompas.Com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x