
ASPIRATIF – Kabar baik datang bagi masyarakat Aceh Selatan dan kawasan barat selatan Aceh. Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Yuliddin Away (RSUDYA) Tapaktuan resmi memulai operasional layanan Catheterization Laboratory (Cathlab) dengan keberhasilan melaksanakan tindakan Digital Subtraction Angiography (DSA) terhadap dua pasien stroke, Rabu (22/7/2026).
Digital Subtraction Angiography (DSA) adalah prosedur pencitraan medis yang menggunakan sinar-X dan zat kontras untuk menghasilkan gambar pembuluh darah secara sangat detail.
Teknologi ini membantu dokter melihat kondisi pembuluh darah dengan menghilangkan (mengurangi/subtract) bayangan tulang dan jaringan lain pada gambar, sehingga hanya pembuluh darah yang tampak jelas.
Pada pasien stroke, DSA digunakan untuk mendeteksi penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah otak. Menemukan aneurisma (pelebaran pembuluh darah yang berisiko pecah).

Mengidentifikasi malformasi pembuluh darah (kelainan hubungan arteri dan vena). Menentukan tindakan pengobatan yang paling tepat, termasuk prosedur intervensi bila diperlukan.
DSA dikenal sebagai salah satu gold standard dalam pemeriksaan pembuluh darah otak karena memberikan gambaran yang sangat akurat.
Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di lipat paha atau pergelangan tangan, kemudian zat kontras disuntikkan agar aliran darah dapat terlihat jelas pada hasil pencitraan.
Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan neurologi di daerah, sekaligus membuka akses pelayanan medis berteknologi tinggi yang sebelumnya hanya dapat diperoleh di RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
DSA merupakan prosedur diagnostik yang menjadi salah satu gold standard untuk memetakan kondisi pembuluh darah otak secara rinci.
Pemeriksaan ini berperan penting dalam mendeteksi penyempitan, sumbatan, aneurisma, hingga malformasi pembuluh darah, sehingga penanganan pasien stroke dapat dilakukan lebih cepat dan tepat guna meminimalkan risiko kecacatan maupun komplikasi yang lebih berat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUDYA Tapaktuan, dr. Erizaldi, M.Kes., Sp.OG., melalui Kasubbag Humas dan Pemasaran, Ns. Hendra Liyusman, S.Kep., MKM, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari berbagai persiapan yang dilakukan rumah sakit sejak pelaksanaan visitasi, evaluasi, dan uji kelayakan (kredensial) ruang Cathlab oleh BPJS Kesehatan pada akhir 2025.
“Setelah melalui proses visitasi, evaluasi, dan kredensial, RSUDYA terus berupaya agar layanan Cathlab dapat segera beroperasi demi meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar dr. Erizaldi.
Ia menjelaskan, layanan Cathlab RSUDYA didukung oleh peralatan medis modern serta tenaga kesehatan yang kompeten, di antaranya dr. Mira Arianti, M.Ked (Neu), Sp.N., FINA, dokter spesialis saraf fellow neurointervensi, serta dr. Emil Fathoni, Sp.JP(K)., FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiointervensi.
Menurutnya, pada hari pertama operasional, dr. Mira Arianti bersama tim Cathlab yang terdiri atas perawat dan radiografer terlatih berhasil melakukan tindakan DSA terhadap dua pasien stroke dengan hasil yang berjalan sukses dan lancar.
“Sebelumnya tindakan seperti ini hanya dapat dilakukan di RSUDZA Banda Aceh. Hari ini menjadi penanda dimulainya operasional Cathlab RSUDYA Tapaktuan, yang saat ini merupakan satu-satunya Cathlab aktif pada rumah sakit umum daerah di wilayah barat selatan Aceh,” ungkapnya.
Dengan mulai beroperasinya Cathlab, masyarakat Aceh Selatan dan kabupaten sekitar kini memiliki akses yang lebih dekat terhadap layanan diagnostik dan intervensi pembuluh darah, sehingga diharapkan dapat mempercepat penanganan kasus-kasus darurat, terutama stroke dan penyakit kardiovaskular, tanpa harus dirujuk ke ibu kota provinsi.
Operasional Cathlab RSUDYA juga menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih modern, cepat, dan berkualitas, sekaligus memperkuat sistem rujukan regional di kawasan barat selatan Aceh.[]

Tidak ada komentar