Mesin ATM BSI Berulah, Nasabah Kecewa

Redaksi
3 Jun 2025 12:40
Daerah News 0 54
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID – Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di seputaran Kota Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan berulah.

Pasalnya, sebagian warga yang hendak melakukan penarikan maupun transfer tidak bisa bisa berfungsi sebagai nama baisanya.

Padahal, menjelang hari raya Idul Ahda ini, kehadiran ATM sangat dibutuhkan oleh warga dalam rangka melakukan transaksi tunai maupun non tunai.

“ATM BSI di Tapaktuan sangat mengecewakan para nasabahnya,” kata salah satu nasabah BSI T.Sukandi, Selasa (3/6).

Lebih lanjut, T.Sukandi menjelaskan pada Selasa 3 Juni 2025,.ia mengalami sendiri kejadian di saat mendatangi beberapa ATM untuk melakukan penarikan uang.

Namun, setelah melakukan antrian panjang di tiga ATM dalam kota Tapaktuan, tidak seorangpun yang dapat menarik maupun melakukan transfer dari masing -masing nasabah yang antri di ATM tersebut

” Setelah sekian lama antri di ATM, namun tidak bisa melakukan transaksi maupun transfer,” lanjut T.Sukandi.

Parahnya lagi, sebut T.Sukandi, di saat pihaknya mendatangi ATM  di kantor induk cabang BSI Tapaktuan Jalan Nyak Adam Kamil, keadaannya  juga masih sama seperti di tempat ATM sebelumnya yang mana kami tidak dapat melakukan transaksi penarikan maupun transfer uang kami sebagai nasabah

” Atas saran satpam BSI yang bertugas di kantor cabang tersebut kiranya masing-masing kami mengecek saldo kami, celakanya saldo saya dan saldo nasabah BSI lainnya ternyata sudah kosong terpotong dengan jumlah sebesar transaksi yang telah dilakukan masing-masing nasabah BSI,” ujar T.Sukandi.

” Maka dengan merepet dan mengupat di antara para nasabah BSI pada saat itu mengatakan “Uang Mereka Sudah di Rampok oleh mesin ATM BSI” sebut T.Sukandi.

Begitupun, T.Sukandi menyarankan kepada pemerintah Aceh agar mengembalikan lagi Bank Konvensional ke Aceh karena Bank Syariah yang ada di Aceh pelayanannya sangatlah buruk atau BSI Aceh memang sengaja merampok uang nasabahnya sendiri dengan cara sistematis dan masif.

“Kalau begini terus, saya menyarankan agar dikembalikan Bank Konvensional di Aceh lagi,” tutup T.Sukandi.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x