
ASPIRATIF – Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan program kerja Mahasiswa KKN Kelompok Reguler 11 Periode XXIX di Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Gampong Cut Langien tersebut turut dihadiri Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd, bersama tujuh mahasiswa peserta KKN.
Monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian dari upaya Universitas Syiah Kuala untuk memastikan seluruh program pengabdian masyarakat yang dijalankan mahasiswa berlangsung sesuai dengan tujuan KKN, sekaligus memberikan pendampingan akademik agar setiap kegiatan memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.
Dalam kunjungannya, Dr. Muhammad Sayuthi meninjau perkembangan berbagai program yang telah dijalankan mahasiswa sejak awal penempatan di Gampong Cut Langien.

Selain melihat capaian kegiatan, ia juga berdialog langsung dengan seluruh anggota kelompok mengenai pengalaman selama berada di desa, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menyempurnakan program hingga masa KKN berakhir.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Mahasiswa secara bergantian mempresentasikan progres pelaksanaan program kerja sekaligus menyampaikan berbagai kegiatan yang telah berhasil direalisasikan bersama masyarakat.
Mereka mengungkapkan bahwa selama berada di Gampong Cut Langien, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja utama, tetapi juga aktif mengikuti berbagai aktivitas kemasyarakatan sebagai bentuk pendekatan sosial.
Berbagai kegiatan tersebut di antaranya mengikuti pengajian rutin bersama masyarakat, membantu pelayanan Posyandu, melaksanakan lomba mewarnai sekaligus memperkenalkan empat satwa kunci Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), mengedukasi anak-anak mengenai pelestarian lingkungan, hingga mempersiapkan sejumlah program yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan.
Selain pengabdian secara langsung, mahasiswa juga aktif mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan melalui publikasi di berbagai media massa dan media digital. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi, dokumentasi akademik, sekaligus media berbagi inspirasi mengenai aktivitas pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan sejumlah program kerja yang tengah dan akan dilaksanakan, yakni Sosialisasi Pencegahan Bullying pada Anak-Anak, Sosialisasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), Edukasi dan Praktik Cuci Tangan Enam Langkah, Pengenalan Tas Siaga Bencana, Gerakan Administrasi Dokumen Aman dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana (GERADAM), penyebaran infografis pencegahan pembalakan dan pembakaran hutan, kegiatan home visit berupa edukasi stunting, pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV), pemeriksaan glukosa darah, serta Lomba Fashion Show Busana Islami dan berbagai kegiatan penunjang lainnya.
Dr. Muhammad Sayuthi menyampaikan apresiasi terhadap semangat mahasiswa yang dinilai mampu membangun hubungan harmonis dengan pemerintah gampong dan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
“Saya melihat mahasiswa KKN Kelompok 11 mampu menunjukkan kekompakan yang luar biasa. Mereka dapat bekerja sama dengan Geuchik, aparatur desa, serta masyarakat dalam menjalankan setiap program kerja. Hal seperti inilah yang menjadi tujuan utama KKN, yaitu menghadirkan mahasiswa yang mampu belajar dari masyarakat sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa terus menjaga semangat pengabdian hingga akhir masa KKN.
“Jangan hanya fokus menyelesaikan program, tetapi pastikan setiap kegiatan benar-benar memberikan dampak. Jadilah teladan bagi anak-anak dan generasi muda desa. Tinggalkan ilmu, pengalaman, dan motivasi yang dapat terus dikenang oleh masyarakat setelah kalian kembali ke kampus,” pesan Dr. Muhammad Sayuthi.
Ketua Kelompok KKN Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan kunjungan Monev menjadi penyemangat bagi seluruh anggota kelompok untuk menyelesaikan seluruh program yang telah dirancang.
“Alhamdulillah, kami merasa sangat bersyukur karena sejak hari pertama ditempatkan di Gampong Cut Langien, kami mendapatkan dukungan penuh dari Geuchik, aparatur gampong, dan masyarakat. Sambutan yang hangat membuat kami lebih mudah beradaptasi dan melaksanakan berbagai kegiatan. Hingga saat ini, pelaksanaan program kerja telah mencapai sekitar 60 persen dan seluruh kegiatan berjalan dengan baik sesuai target yang telah disusun,” ujar Ari Maulana.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan masyarakat.
“Kami ingin menjadikan KKN ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi benar-benar menjadi ruang belajar sekaligus pengabdian. Kehadiran Bapak DPL melalui kegiatan Monev memberikan banyak masukan yang sangat berarti bagi kami untuk menyempurnakan program-program yang masih akan dilaksanakan. Kami optimistis seluruh agenda dapat diselesaikan dengan maksimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Gampong Cut Langien,” imbuhnya.
Sementara itu, Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd, mengaku bangga dengan dedikasi mahasiswa KKN yang dinilainya cepat beradaptasi dengan kehidupan masyarakat desa.
“Mahasiswa KKN Kelompok 11 sangat aktif dan memiliki semangat yang tinggi. Mereka tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sehari-hari. Anak-anak sangat senang belajar bersama mereka, masyarakat juga antusias mengikuti berbagai sosialisasi yang dilaksanakan. Pemerintah gampong tentu memberikan dukungan penuh karena program-program mereka sangat bermanfaat bagi desa,” ujarnya.
Ia berharap sinergi yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus dipertahankan hingga akhir masa KKN, sehingga seluruh program yang telah dirancang dapat terlaksana dengan baik dan meninggalkan manfaat jangka panjang bagi Gampong Cut Langien.
Dengan terlaksananya Monitoring dan Evaluasi tersebut, Universitas Syiah Kuala berharap seluruh program pengabdian Mahasiswa KKN Kelompok Reguler 11 Periode XXIX dapat berjalan semakin optimal, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang lebih maju, sehat, dan berdaya.[]

Tidak ada komentar