Mamak Sudir : Saatnya Fokus Membangun Daerah 

Redaksi
11 Jan 2026 19:38
Daerah News 0 135
3 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Salah satu tokoh masyarakat Aceh Selatan Sudirman atau biasa disapa Mamak Sudir memberikan tanggapan terkait kondisi politik yang terjadi di Kabupaten Aceh Selatan akhir-akhir ini. Menurutnya, kontestasi politik telah berakhir dan mari berlapang dada dalam menyikapi dinamika politik pasca Pilkada.

“Pilkada sudah selesai,pemenangnya juga sudah ada. Tidak ada lagi alasan untuk terus membuka ruang konflik politik yang justru merugikan Aceh Selatan,” kata mantan anggota DPRK Aceh Selatan itu,Minggu ( 11/1/2026).

Lebih lanjut, mantan calon Wakil Bupati Aceh Selatan itu menilai, upaya menyeret kembali figur-figur tertentu ke dalam pusaran polemik pasca-Pilkada tidak lagi relevan.

Begitupun, dorongan untuk memaksakan H. Mirwan dan  Baital Muqadis ke arena konflik dinilai sebagai langkah mundur dalam berdemokrasi dan berpotensi menghambat konsolidasi pembangunan daerah.

“Pilkada itu adu gagasan, adu konsep, dan adu visi-misi. Ketika konsep kita tidak mendapat mandat rakyat dan pasangan MANIS dinyatakan menang, maka sikap yang paling rasional adalah menerima hasil tersebut dengan lapang dada,” ujar Mak Sudir.

Menurut Mamak Sudir, seluruh pasangan calon yang maju pada Pilkada 2024 lalu pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan Aceh Selatan. Namun keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan rakyat.

Oleh karena itu, setiap upaya yang mengganggu konsentrasi pemerintahan terpilih dalam menjalankan visi dan misi pembangunan merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap keputusan demokrasi yang sah.

“Kalau diibaratkan, pemerintahan baru ini seperti selembar kertas. Coretannya masih baru, tapi di atas kertas itu masih ada jejak-jejak lama dari masa lalu yang sampai hari ini masih membekas,” jelas Mak Sudir.

Karena itu, ia menilai tidak adil jika seluruh persoalan yang muncul saat ini langsung dibebankan kepada pemerintahan baru tanpa melihat konteks dan warisan masalah sebelumnya. Proses pembenahan daerah, lanjutnya membutuhkan waktu, konsistensi, serta dukungan semua pihak.

Mamak Sudir mengingatkan bahwa seruan kedewasaan politik ini juga ditujukan kepada para elit politik, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dan pengamat agar tidak membangun narasi yang berlebihan dan destruktif.

“Aceh Selatan tidak sedang runtuh, tidak hancur, dan tidak kehilangan arah seperti yang kerap digambarkan dalam framing opini yang provokatif,” tegas Eks Pangsagoe KPA Menggamat ini.

“Framing semacam ini bisa menurunkan kepercayaan publik, mengganggu stabilitas sosial, dan melemahkan kepercayaan investor maupun mitra pembangunan,” tambahnya.

Mamak Sudir menegaskan bahwa kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol demokrasi, namun harus disampaikan secara konstruktif, berbasis data, dan bertujuan memperbaiki, bukan menjatuhkan.

“Kritik yang emosional dan sarat kepentingan hanya akan memperpanjang konflik dan menjauhkan Aceh Selatan dari semangat kemajuan,” katanya.

Masih menurut Mak Sudir, ia berharap pasangan MANIS beserta seluruh tim pemenangan dapat fokus bekerja dan menjadikan dinamika Pilkada sebagai pembelajaran kedewasaan politik.

Fokus utama ke depan, menurutnya, bukan lagi soal menang atau kalah, melainkan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat dan mempercepat pembangunan daerah.

“Aceh Selatan membutuhkan narasi persatuan, kolaborasi, dan optimisme. Bukan narasi saling menyalahkan. Kritik boleh keras, tapi niatnya harus lurus: demi Aceh Selatan yang lebih baik,” pungkasnya.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x