
ASPIRATIF.ID — Seolah tak cukup dengan cobaan bencana, masyarakat makin dibuat tak berdaya oleh kebutuhan pokok yang merangkak naik drastis. Tak tanggung tanggung harga kebutuhan pokok melejit hingga tiga kali dari harga biasanya.Lonjakan ekstrem ini makin menambah daftar rincian derita yang dirasakan masyarakat ditengah bencana yang melanda.
“Hujaman kesengsaraan bertubi-tubi terus dirasakan masyarakat di tengah bencana yang sedang dihadapi, Harga sejumlah kebutuhan rumah tangga yang tiba tiba melonjak tak wajar dari biasanya umpama bom massal yang menjadi alat pemusnah masyarakat di sumatera hari ini” ujar Koordinator Forum Asoe Nanggroe, Safrul, Selasa (02/12/2025).
Lebih lanjut, Safrul menjelaskan, kenaikan harga ini dipicu akibat terganggunya distribusi dari daerah pemasok yang terdampak banjir. Selain itu banyak dugaan kuat, adanya pihak-pihak yang ikut bermain memanfaatkan kejadian bencana yang sedang terjadi di sejumlah wilayah sumatera ini dengan sengaja menaikkan harga untuk mendapat keuntungan yang berlipat ganda.
“Memang benar pasokan bahan pokok hari ini sedang terhambat akibat beberapa titik yang menjadi jalur distribusi sedang terkendala dampak banjir dan longsor, tapi lonjakan yang tidak wajar ini juga karena permainan mereka (mafia) yang mengambil kesempatan dengan adanya kejadiannya ini sebagai salah satu penyebabnya” terang Safrul
Disisi lain, bencana alam yang sangat mencekam ini juga berdampak pada perekonomian masyarakat yang ikut terganggu. Kondisi harga bahan pokok yang inflasi tajam memicu rongrongan jeritan masyarakat yang sudah tidak berdaya dibuat semakin tidak berkutik.
“Masyarakat di sumatera dan Aceh hari ini bak peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga, disaat ekonomi pada kondisi terganggu harus dihadapkan lagi dengan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi, hal ini memaksa para pelaku usaha ikut menaikkan harga jualnya,” sebut Safrul.
“Banyak masyarakat terutama mahasiswa yang harus membeli nasi ke pedagang karena harga bahan dapur dan listrik yang padam selama beberapa hari ini, mereka juga harus berhemat untuk mencukupi kebutuhannya karena kondisi ekonomi keluarga yang sedang tidak baik baik saja”pungkasnya.
Begitupun, Safrul berharap kontribusi pemerintah dalam penanganan lokasi terdampak bencana segera membawa pada keadaan yang lebih baik supaya ikut berpengaruh pada stabilitas harga pangan yang kembali normal.
Ia juga mengecam tindakan-tindakan tidak terpuji dari pihak-pihak yang sengaja menjadikan momentum bencana ini sebagai keran cuan yang berlimpah disaat masyarakat sedang terjepit.[]
Tidak ada komentar