Kamisdar warga Kluet Tengah Aceh Selatan yang sakit di Malaysia tiba di Banda Aceh, Selasa 03 November 2026ASPIRATIF – Kamisdar (36), warga Gampong Jambo Papan, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, akhirnya berhasil dipulangkan dari Malaysia setelah mengalami gangguan kesehatan yang semakin memburuk.
Dia merupakan seorang duda yang telah lebih dari satu tahun mengadu nasib di negeri jiran Malaysia.
Pasalnya, di tengah keterbatasan hidup, ia berusaha bekerja dan mengumpulkan penghasilan demi memenuhi kebutuhan hidup sekaligus memperjuangkan masa depan pendidikan anak semata wayangnya.
Namun, sejak sekitar tiga bulan terakhir, kondisi kesehatannya mulai terganggu. Bahkan, dalam satu bulan terakhir, kesehatannya semakin menurun dengan keluhan batuk dan sesak napas sehingga membutuhkan pemeriksaan serta penanganan medis lebih lanjut.

Kabar mengenai kondisi Kamisdar kemudian sampai kepada pihak keluarga di kampung halaman. Beberapa hari sebelum kepulangannya, keluarga mendatangi Keuchik Jambo Papan, Samsul Anwar, untuk menyampaikan kondisi tersebut sekaligus memohon bantuan agar proses pemulangan Kamisdar dari Malaysia dapat difasilitasi.
Harapan keluarga sederhana, Kamisdar bisa kembali ke tanah kelahirannya agar mendapatkan perawatan dan pengobatan dengan pendampingan keluarga.
Menindaklanjuti permohonan keluarga, pada Kamis (29/10)), Keuchik Samsul Anwar segera berupaya mencari solusi dengan menyampaikan kondisi warganya kepada Wakil Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, SE. Selanjutnya, ia diarahkan untuk berkoordinasi dengan Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.
Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, kemudian menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan komunikasi langsung kepada Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Selatan, Diva Samudera Putra, SE, MM.
Dari komunikasi tersebut diperoleh arahan dan petunjuk agar proses pemulangan Kamisdar segera ditindaklanjuti melalui fasilitasi pembiayaan yang bersumber dari dana zakat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.
Respons cepat pimpinan daerah tersebut memungkinkan proses pengurusan administrasi, dokumen perjalanan, serta pembiayaan pemulangan Kamisdar segera dilaksanakan hingga akhirnya ia dapat kembali ke Indonesia.
Setelah melalui proses pengurusan dan penyelesaian berbagai dokumen perjalanan di Malaysia, kabar kepulangan Kamisdar akhirnya menjadi kenyataan.
Pada Selasa (3/11), Kamisdar bertolak dari Kuala Lumpur, Malaysia, menggunakan pesawat AirAsia nomor penerbangan AK-421.
Berdasarkan jadwal penerbangan, pesawat berangkat dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA2) pukul 16.45 waktu Malaysia dan tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pukul 17.20 WIB.
Kedatangannya disambut langsung oleh Keuchik Jambo Papan bersama perwakilan keluarga serta Fuadhiah , ST selaku pengurus Rumah Singgah Griya Tuan Tapa Banda Aceh.
Selanjutnya, Kamisdar difasilitasi menggunakan mobil operasional Rumah Singgah Griya Tuan Tapa Banda Aceh untuk menuju tempat istirahat sementara di Jalan Metro, Gampong Beurawe, Banda Aceh.
Bagi keluarga, kepulangan tersebut bukan sekadar perjalanan dari Malaysia menuju Aceh. Lebih dari itu, kepulangan Kamisdar menjadi awal harapan baru untuk memperoleh pengobatan, berkumpul kembali dengan keluarga, serta mendapatkan kesempatan untuk memulihkan kesehatannya.
Keuchik Jambo Papan, Samsul Anwar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan atas perhatian dan respons cepat dalam membantu pemulangan warganya.
Ia mengungkapkan bahwa sejak pertama kali menerima informasi dari keluarga Kamisdar, dirinya berupaya mencari jalan keluar agar warga yang sedang sakit di Malaysia tersebut dapat segera kembali ke kampung halaman.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan merespons persoalan ini dengan sangat cepat. Setelah kami menyampaikan kondisi Kamisdar, langsung ada arahan untuk berkoordinasi dengan Baitul Mal Aceh Selatan. Tanpa harus menunggu terlalu lama, proses pengurusan biaya pemulangan dan dokumen perjalanan di Malaysia dapat segera ditindaklanjuti,”kata Samsul Anwar.
Lebih lanjut dia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Aceh Selatan, Wakil Bupati Aceh Selatan, Sekretaris Daerah, serta jajaran Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan yang telah memberikan perhatian dan membantu proses pemulangan tersebut.
“Atas nama keluarga dan masyarakat Gampong Jambo Papan, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu. Bagi kami, ini bukan sekadar persoalan pemulangan seseorang dari luar negeri, tetapi bagaimana seorang warga yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan bisa kembali ke kampung halamannya dengan selamat,”ujarnya.
Begitupun, Samsul juga mengapresiasi pengelola Rumah Singgah Griya Tuan Tapa Banda Aceh yang telah membantu proses penjemputan dan memberikan fasilitas tempat beristirahat sementara bagi Kamisdar.
Lebih jauh Samsul menyebutkan,untuk sementara waktu, Kamisdar beristirahat di Rumah Singgah Griya Tuan Tapa Banda Aceh, Jalan Metro, Gampong Beurawe, Banda Aceh.
Samsul Anwar menyampaikan bahwa pada Rabu pagi (4/11/), pihaknya bersama keluarga akan melakukan diskusi untuk menentukan langkah penanganan medis selanjutnya.
Ada dua alternatif fasilitas kesehatan yang akan dipertimbangkan, yakni membawa Kamisdar ke IGD RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh atau ke IGD RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kebutuhan penanganan medis yang bersangkutan.
Pihak keluarga berharap Kamisdar segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis yang tepat sehingga kondisi kesehatannya dapat berangsur membaik.
Pemulangan Kamisdar dari Malaysia menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap sesama tidak boleh dibatasi oleh jarak, tempat, maupun wilayah.
Meskipun sedang berada jauh di negeri orang, seorang warga yang menghadapi kesulitan tetap membutuhkan perhatian dan uluran tangan dari lingkungan serta pemerintah daerahnya.
Melalui fasilitasi dana zakat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, kepedulian tersebut hadir dalam bentuk nyata.
Zakat tidak hanya menjadi instrumen untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, tetapi juga dapat menjadi jalan menghadirkan pertolongan bagi mereka yang sedang menghadapi situasi sulit.
Perjalanan Kamisdar dari Malaysia menuju tanah kelahirannya memang telah selesai. Namun, perjuangannya untuk kembali sehat masih membutuhkan perhatian, pendampingan, dan doa bersama.
Ada seorang ayah yang pernah meninggalkan kampung halaman demi memperjuangkan masa depan anaknya.
Kini, ketika kesehatannya melemah, ia kembali ke tanah kelahirannya untuk mendapatkan kesempatan sembuh dan melanjutkan kehidupan bersama keluarga.
Sebab, kemanusiaan bukan hanya tentang siapa yang mampu memberikan bantuan, tetapi juga tentang siapa yang bersedia hadir ketika sesama sedang membutuhkan pertolongan.
Semoga Kamisdar segera mendapatkan penanganan medis terbaik, diberikan kesembuhan, dan kembali memiliki kekuatan untuk melanjutkan perjuangan hidup serta mewujudkan harapan masa depan sang buah hati.[]

Tidak ada komentar