Muara Bakongan Dangkal,  Nelayan Minta Perhatian Pemerintah

3 menit membaca View : 6
Redaksi
Daerah, News - 24 Sep 2026

ASPIRATIF – Kondisi Muara Bakongan di Gampong Darul Ikhsan, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, semakin memprihatinkan. Pendangkalan akibat sedimentasi pasir membuat alur muara kian dangkal sekaligus menyempit, sehingga mulai mengganggu aktivitas nelayan setempat.

Muara tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang menggunakannya sebagai jalur keluar masuk perahu menuju laut. Namun, tumpukan pasir yang terus terjadi membuat ruang gerak perahu semakin terbatas.

Kondisi itu paling dirasakan ketika air laut sedang surut. Nelayan harus lebih berhati-hati saat melintasi muara dan mencari alur yang masih cukup dalam agar perahu tidak kandas.

Seorang warga setempat, Agam, mengatakan persoalan yang terjadi bukan hanya pendangkalan, tetapi badan muara juga semakin sempit akibat sedimentasi pasir yang terus menumpuk.

“Muara Bakongan bukan hanya dangkal, tetapi sekarang sudah semakin sempit. Kondisi ini sangat mengganggu nelayan yang hendak keluar masuk ke laut,” kata Agam, Kamis (24/9)

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan mata pencaharian masyarakat. Sebagian warga Gampong Darul Ikhsan menggantungkan kehidupan dari sektor perikanan dan kelautan.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dapat segera melihat kondisi Muara Bakongan secara langsung dan mencari solusi yang tepat terhadap persoalan tersebut.

Ia juga meminta Bupati Aceh Selatan H. Mirwan, M.S., dapat meninjau langsung kondisi muara yang selama ini menjadi akses penting bagi nelayan setempat.

“Kami berharap Bapak Bupati Aceh Selatan dapat melihat langsung kondisi Muara Bakongan ini. Ini merupakan keluhan masyarakat dan sangat berkaitan dengan aktivitas nelayan sehari-hari,” katanya.

Senada dengan Agam, warga lainnya Ishak, juga berharap pemerintah melakukan peninjauan lapangan untuk mengetahui kondisi terkini muara sekaligus mengkaji langkah teknis yang diperlukan untuk mengatasi pendangkalan dan penyempitan alur.

 

Menurut masyarakat, penanganan dapat dipertimbangkan melalui normalisasi atau pengerukan sedimentasi maupun langkah teknis lainnya yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dan ketentuan yang berlaku.

Masyarakat berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Selain menyangkut kelancaran aktivitas nelayan, kondisi Muara Bakongan juga berkaitan dengan keberlangsungan perekonomian masyarakat pesisir di Gampong Darul Ikhsan.

Jika pendangkalan dan penyempitan terus terjadi, akses perahu nelayan menuju laut dikhawatirkan semakin terbatas, terutama  pada saat air laut surut.

Karena itu, warga berharap pemerintah dapat segera melakukan peninjauan dan menentukan langkah penanganan agar Muara Bakongan tetap dapat berfungsi sebagai akses nelayan dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Sementara itu,kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Selatan Hadi Suhaima,S.Pi,M.Si saat dikonfirmasi Aspiratif Id,Kamis (24/9) mengatakan, pihaknya sudah melaporkan persoalan muara dangkal yang ada di beberapa PPI dalam Kabupaten Aceh Selatan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh.

Menurut Hadi,pendangkalan muara tidak hanya terjadi di Pelabuhan Bakongan, namun juga terjadi di PPI seperti Sawang Ba’u dan lainnya.

“Terkait dengan muara yang dangkal sudah kita sampaikan ke DKP Aceh dan mudah-mudahan akan ada solusinya ‘” kata Hadi.

Begitupun kata Hadi,pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelabuhan pendaratan ikan (PPI) yang mengalami pendangkalan muara.

“DKP Aceh Selatan terus melakukan pemantauan ke semua PPI yang ada di Kabupaten Aceh Selatan,” tutup Hadi.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *