Bupati Mirwan : Semakin Optimal Zakat dan Infaq Dikumpulkan, Semakin Besar Manfaat untuk Masyarakat

5 menit membaca View : 2
Redaksi
Daerah, News - 08 Sep 2026

ASPIRATIF – Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, SE., M.Sos mendorong penguatan pengumpulan zakat dan infaq di Kabupaten Aceh Selatan agar semakin optimal dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya para mustahik dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Dorongan tersebut disampaikan Bupati Mirwan dalam sambutannya pada kegiatan Sosialisasi dan Publikasi Peningkatan Pengumpulan Zakat dan Infaq di Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, bertempat di Aula SMK Negeri 1 Labuhanhaji, Selasa (8/9/2026).

Dalam sambutannya,ketua DPC Partai Gerindra Aceh Selatan itu menegaskan, bahwa zakat dan infaq memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam ajaran Islam. Zakat tidak hanya merupakan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki fungsi sosial dalam mengurangi kesenjangan, membantu pengentasan kemiskinan, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Zakat adalah instrumen ilahi yang dirancang untuk mengikis kesenjangan sosial, mengentaskan kemiskinan, serta mendistribusikan keadilan dan kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat.” kata Bupati Mirwan.

Menurut suami Nafisah itu, Aceh memiliki kekhususan dalam pengelolaan zakat melalui keberadaan Baitul Mal yang memiliki landasan hukum kuat. Karena itu, amanah pengelolaan zakat, infaq, wakaf dan harta keagamaan lainnya harus dilaksanakan secara profesional, transparan dan akuntabel.

Begitupun, besarnya potensi zakat dan infaq yang ada di Aceh Selatan belum akan memberikan dampak yang signifikan apabila proses pengumpulannya belum optimal dan belum mampu menjangkau seluruh potensi yang tersedia.

Bupati secara khusus menyebut bahwa potensi tersebut tidak hanya berada pada sektor birokrasi pemerintahan, tetapi juga terdapat di dunia usaha dan masyarakat luas.

Perluasan Sumber Pengumpulan ZIS

Sejalan dengan arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama Baitul Mal saat ini terus berupaya memperluas ruang dan peluang pengumpulan zakat dan infaq dari berbagai sektor.

Penguatan pengumpulan tidak hanya diarahkan kepada aparatur pemerintahan, tetapi juga terus diupayakan menyentuh para pengusaha, pelaku usaha, perusahaan, serta sektor ekonomi produktif yang memiliki potensi zakat dan infaq, termasuk para pengusaha boat dan kapal nelayan yang menjalankan aktivitas usaha di wilayah Aceh Selatan.

Langkah ini penting karena potensi zakat sesungguhnya tersebar di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih luas, komunikasi yang lebih baik, serta edukasi mengenai kewajiban zakat dan pentingnya berinfaq melalui lembaga resmi, diharapkan semakin banyak potensi ZIS yang dapat dihimpun dan dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat.

Upaya tersebut bukan semata-mata untuk meningkatkan angka pengumpulan, tetapi lebih jauh adalah untuk memperbesar kemampuan Baitul Mal dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Semakin besar ZIS yang berhasil dihimpun secara amanah, semakin besar pula ruang yang tersedia untuk membantu masyarakat miskin, anak yatim dan dhuafa, pasien yang membutuhkan bantuan, korban musibah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta berbagai kebutuhan sosial lainnya sesuai dengan ketentuan syariat dan peraturan yang berlaku.

Dari Zakat untuk Pemberdayaan

Bupati Mirwan juga menginginkan agar dana zakat dan infaq yang dikelola Baitul Mal tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi ke depan semakin produktif dan mampu menciptakan perubahan kehidupan mustahik.

“Kita ingin melihat ke depan, dana zakat dan infaq yang dikelola secara produktif akan mampu melahirkan pelaku-pelaku usaha mikro baru, membiayai anak-anak yatim dan dhuafa untuk mengenyam pendidikan yang layak, serta memberikan jaminan sosial bagi mereka yang membutuhkan.” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. ZIS diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang membantu mustahik keluar dari kesulitan dan secara bertahap meningkatkan kemandirian ekonomi mereka.

Membangun Kesadaran Kolektif

Selain itu, Bupati Mirwan memberikan apresiasi kepada Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan yang telah menginisiasi kegiatan sosialisasi dan publikasi tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen dan membangun kesadaran kolektif masyarakat bahwa menunaikan zakat melalui lembaga resmi merupakan bagian penting dari tanggung jawab keagamaan dan sosial.

“Mari kita bahu-membahu, menyatukan langkah, dan bekerja dengan niat ikhlas karena Allah SWT untuk mewujudkan masyarakat Aceh Selatan yang maju, produktif dan madani.” kata Bupati Mirwan.

Karena itu, penguatan pengumpulan ZIS membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, Baitul Mal, dunia usaha, pengusaha, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, media, serta masyarakat secara luas diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun ekosistem zakat yang lebih kuat di Aceh Selatan.

ZIS Dibutuhkan untuk Masyarakat yang Membutuhkan

Peningkatan pengumpulan zakat dan infaq pada akhirnya harus bermuara pada satu tujuan utama, yaitu semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

Masih banyak masyarakat yang menghadapi persoalan ekonomi, pendidikan, kesehatan, musibah, dan kebutuhan dasar lainnya. Kehadiran Baitul Mal diharapkan menjadi salah satu kekuatan sosial yang mampu menjembatani kepedulian para muzakki dan dermawan dengan kebutuhan para mustahik.

Oleh sebab itu, pengusaha boat/kapal nelayan, pengusaha perdagangan, perkebunan, jasa, kontraktor, perusahaan swasta, badan usaha, maupun pelaku usaha lainnya yang telah memenuhi ketentuan sebagai muzakki diharapkan dapat mengambil bagian dalam gerakan peningkatan ZIS ini.

Zakat yang ditunaikan bukan sekadar angka yang terkumpul, tetapi amanah yang berubah menjadi manfaat.

Semakin kuat kesadaran membayar zakat dan berinfaq, semakin kuat pula kemampuan bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan.

Kegiatan Sosialisasi dan Publikasi Peningkatan Pengumpulan Zakat dan Infaq tersebut kemudian secara resmi dibuka oleh Bupati Aceh Selatan. Dalam penutup sambutannya, Bupati berharap seluruh ikhtiar bersama dalam memperkuat pengelolaan dan pengumpulan ZIS mendapatkan kemudahan, petunjuk dan keberkahan dari Allah SWT.

Kegiatan Sosialisasi dan Publikasi Pengumpulan Zakat dihadiri oleh Diva Samudera Putra, SE, MM selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Selatan, PLT Kepala BPKD, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan M. Najur, S.Pd, M.Pd, Kabid Pembinaan SMP, Rinal Fudri Kabid Pendapatan mewakili Kepala Badan Pendapatan dan Asset Daerah.

Hadir juga Camat Sawang, Meukek, Labuhanhaji Timur, Labuhanhaji dan Labuhanhaji Barat, serta Kapolsek dan Danramil Labuhanhaji, Dewan Pengawas, Badan dan Sekretariat BMK Aceh Selatan, Kepala UTD Puskesmas, Kepala KUA, Penyuluh Agama Kecamatan, Ketua dan Sekretaris Forum Keuchik, Kasie Kesos Kecamatan, Bendahara Kantor, Ketua K3S, Ketua Gugus dan Ketua MKKS di lima Kecamatan .

Rangkaian acara turut serta Bupati Aceh Selatan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Mustahik selaku penerima bantuan dari Program Bantuan Santunan Fakir Uzur Seumur Hidup dan Bantuan Uang untuk Disabilitas Tuna Netra.

“Dari Amanah Menjadi Manfaat. Dari Zakat yang Terkumpul, lahir kepedulian, kemandirian dan harapan bagi masyarakat Aceh Selatan.”[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *