Muara PPI Sawang Ba’u Aceh Selatan Dangkal, Boat Nelayan Terdampar Saat Hendak Melaut

3 menit membaca View : 12
Redaksi
Daerah, News - 28 Agu 2026

ASPIRATIF – Kondisi muara menuju Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Sawang Ba’u, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, yang semakin dangkal kembali dikeluhkan nelayan.

Bahkan, satu unit boat nelayan dilaporkan terdampar di mulut muara pada Jumat (28/8/2026) sore saat hendak keluar untuk melaut.

‎Boat tersebut diduga terjebak pada bagian muara yang dangkal dan terdapat pasir maupun karang kecil. Kondisi itu membuat aktivitas nelayan terganggu, terutama ketika kapal hendak keluar-masuk menuju perairan laut.

‎Seorang nelayan setempat mengatakan, kondisi muara yang dangkal sudah lama menjadi persoalan bagi nelayan.

Menurutnya, nelayan kerap mengalami kesulitan saat hendak melaut karena harus melewati jalur muara yang kondisinya tidak memungkinkan bagi kapal untuk melintas dengan aman.

‎“Sudah lama dangkal, tetapi sampai sekarang belum pernah sama sekali dilakukan normalisasi,” ujar nelayan tersebut.

‎Ia berharap Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh dapat segera mengambil langkah serius dengan melakukan normalisasi muara PPI Sawang Ba’u.

‎Menurutnya, normalisasi sangat dibutuhkan agar akses keluar-masuk kapal nelayan kembali lancar dan kejadian boat terdampar tidak terus berulang.

‎Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Mawar, membenarkan adanya satu unit boat nelayan yang terdampar akibat kondisi muara yang sangat dangkal.

Mawar mengatakan, nelayan setempat bahkan harus berupaya keras untuk menarik kembali boat tersebut agar dapat keluar dari lokasi.

‎“Muara PPI Sawang Ba’u ini sudah sering dikeluhkan nelayan. Bahkan, persoalan normalisasi juga sudah sering disuarakan,” kata Mawar.

‎‎Ia berharap aspirasi para nelayan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah, termasuk para wakil rakyat yang mewakili daerah tersebut.

‎‎Mawar mendorong Anggota DPRA Dapil 9 Aceh dan Anggota DPRK Aceh Selatan Dapil 2 (Sawang–Meukek) agar dapat menyuarakan persoalan tersebut kepada pemerintah sehingga normalisasi muara PPI Sawang Ba’u segera direalisasikan.

Nelayan berharap pemerintah daerah dan Pemerintah Aceh tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut. Kondisi muara yang dangkal bukan hanya menghambat aktivitas melaut, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan nelayan dan mengganggu aktivitas pendaratan ikan.

‎‎Para nelayan pun meminta pemerintah segera turun tangan dan melakukan penanganan nyata terhadap muara PPI Sawang Ba’u sebelum kejadian serupa kembali terjadi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Selatan saat dikonfirmasi Aspiratif mengatakan terkait dengan perluasan PPI Sawang Bau sudah di usulkan ke Pemetintah Aceh melalui DKP Provinsi Aceh.

” Sudah kita usulkan ke DKP Aceh,semoga dapat terealisasi secepatnya,” kata Hadi Suhaima.

Menurutnya, DKP Aceh Selatan telah mengusulkan beberapa PPI untuk dilakukan rehabilitasi dan perluasan muara salah satunya PPI Sawang Ba’u. Selain itu lanjut Hadi, untuk program rehab tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Aceh melalui dinas terkait.

” DKP Aceh Selatan terus memantau dan melalukan koordinasi dengan pemerintah Aceh, termasuk dengan anggota DPRA Dapil 9,” tutupnya.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *