
ASPIRATIF – Riak keseruan peringatan HUT Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di SMK Negeri 1 Kluet Selatan semakin memuncak.
Memasuki hari kedua, panggung perayaan beralih dari kepulan asap dapur lempeng sagu menuju adu ketelitian dan kelincahan jemari dalam lomba tradisional menganyam ketupat.
Halaman dan selasar sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas pembelajaran praktikum, kini ‘disulap’ menjadi arena konsentrasi tinggi tempat bertemunya helai-helai janur kuning di tangan para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta para siswa.
Uji Kesabaran Gen-Z vs Ketelitian Guru
Pemandangan menarik tersaji sepanjang jalannya perlombaan.

Para siswa yang sehari-hari lincah menggeser layar smartphone kini diuji kesabarannya dalam merajai lipatan demi lipatan daun kelapa muda.
Tak sedikit dari peserta didik yang mengernyitkan dahi karena anyaman janurnya terlepas atau bentuk ketupatnya sedikit ‘asimetris’.
Di sisi lain, para guru dan staf kependidikan tampak menunjukkan ketenangannya. Lembar demi lembar janur diselipkan dengan cermat hingga membentuk selongsong ketupat yang kokoh dan rapi dalam waktu singkat, memicu decak kagum sekaligus sorak motivasi dari murid-muridnya.
“Ternyata membuat ketupat tidak sedua-tiga jari seperti kelihatan orang tua buat saat Lebaran. Salah selip satu janur saja, bentuknya langsung kacau. Tapi justru di situ serunya, kita jadi menghargai rumitnya tradisi lokal,” tutur salah seorang siswa peserta lomba sambil terkekeh melihat hasil anyaman pertamanya.
Filosofi Ketupat dalam Mempererat Silaturahmi dan Kedisiplinan
Lomba menganyam ketupat ini dipilih bukan tanpa alasan. Selain melatih motorik dan ketelitian, kerajinan anyaman tradisional ini menyimpan nilai filosofis yang mendalam tentang kebersamaan dan kerapian langkah dalam mencapai tujuan.
Dalam tradisi Nusantara, jalinan janur yang saling menopang hingga membentuk wadah ketupat melambangkan persatuan dan ikatan kekeluargaan yang erat sebuah nilai yang sejajar dengan visi kebersamaan di lingkungan SMKN 1 Kluet Selatan.
Suasana perlombaan berlangsung hangat dan penuh gelak tawa. Para guru yang telah selesai menganyam tak segan menghampiri meja siswa untuk memberikan petunjuk dan membagikan ‘trik khusus’ agar anyaman janur cepat terbentuk sempurna.
Semangat Kemerdekaan yang Tak Surut
Suksesnya hari kedua ini kian mempertegas komitmen SMKN 1 Kluet Selatan dalam mengemas perayaan HUT ke-81 RI dengan napas edukasi berbasis kearifan lokal.
Setelah sukses mengocok perut dan menguras keringat lewat aksi ngukur kelapa dan masak lempeng sagu di hari pertama, ajang menganyam ketupat terbukti ampuh mempererat rasa kekeluargaan antarwarga sekolah.
Rangkaian pesta kemerdekaan dipastikan masih akan terus bergulir dengan beragam cabang perlombaan unik lainnya.
Namun, jalinan janur ketupat di hari kedua ini telah berhasil menganyam semangat kebersamaan yang makin kuat di SMKN 1 Kluet Selatan.[]

Tidak ada komentar