Latsarmil Calon Manajer Kopdes Diubah Jadi Pembekalan Bela Negara dan Manajerial 

3 menit membaca View : 6
Redaksi
Nasional, News - 29 Jun 2026

ASPIRATIF|JAKARTA – Istilah latihan dasar militer (latsarmil) resmi diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial untuk calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Perubahan istilah tersebut dilakukan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) setelah evaluasi terhadap latsarmil sebelumnya.

“Sebagai tindak lanjut evaluasi bersama, Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada Kompas.com, Senin (29/6/2026).

Rico menjelaskan, pelatihan untuk calon manajer Kopdes Merah Putih selanjutnya difokuskan terhadap pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan.

Para peserta juga akan dilatih kemampuan manajerial sebagai bekal peserta menjadi calon pengelola Kopdes Merah Putih. Selain itu, pihaknya resmi mengurangi materi yang bersifat taktis dan teknis militer, seperti latihan menembak.

“Termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini. Intensitas kegiatan fisik juga dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil,” jelas Rico.

5 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal 

Diketahui, total sebanyak lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 meninggal saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) calon manajer Kopdes Merah Putih.

 

Pertama adalah Anisa Muyassaroh, yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) VI/Mulawarman, Balikpapan.

 

Anisa Muyassaroh mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan meninggal dunia akibat heat stroke serta henti jantung.

 

Peserta Meninggal Kedua adalah Yonanda Muhammad Taufiq, yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Pendidikan dan Latihan Tempur (Puslatpur) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklatad), Baturaja.

Yonanda meninggal pada 17 Juni 2026 pukul 18.33 WIB, dengan diagnosis cardiac arrest atau henti jantung.

Ketiga adalah Novia Rahmadhani Sihotang, peserta yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.Novia meninggal pada 22 Juni 2026, yang diakibatkan tuberkulosis.

Keempat adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan yang mengikuti pendidikan di Satdik Yon Parako 465.

Meski telah mendapatkan penanganan maksimal dari tim dokter, Rifki dinyatakan meninggal dunia pada 26 Juni 2026 pukul 00.28 WIB.

Terakhir adalah Nola Dya, peserta dari Satuan Pendidikan (Satdik) Dodik Bela Negara Kalimantan yang meninggal pada Jumat (26/6/2026).

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meminta evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan dalam penyelenggaraan Latsarmil terhadap calon manajer Kopdes Merah Putih.

Evaluasi mencakup pemeriksaan kesehatan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas kegiatan sesuai kondisi masing-masing peserta, hingga penguatan pengawasan medis di setiap satuan pendidikan.

“Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Mayjen TNI Ketut Gede Wetan dalam konferensi pers di Gedung Kemenhan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).[]

Sumbsr : Kompas.Com

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *