Ketua IGI Aceh Apresiasi Mursyidah Raih Penghargaan Penggerak Puisi Etnik Nusantara

3 menit membaca View : 1
Redaksi
Daerah, News - 24 Jun 2026

ASPIRATIF|ACEH SELATAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh insan pendidik Aceh. Mursyidah, guru SMP Negeri 8 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya, berhasil meraih Penghargaan Penggerak Puisi Etnik Nusantara dalam rangkaian acara Peluncuran Buku Puisi Etnik Nusantara yang berlangsung di Aula MAN Modal Bangsa Aceh Besar, Selasa (22/6/2026).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi Mursyidah dalam menghidupkan, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui karya-karya sastra, khususnya puisi yang mengangkat nilai-nilai etnik nusantara.

Atas capaian tersebut, Ketua Wilayah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Aceh, Khairul Zami MPd didampingi Sekretaris Wilayah IGI Aceh, Pajarina, MPd kepada media ini, Rabu (24/6) menyampaikan, ucapan selamat dan apresiasi kepada Mursyidah yang juga merupakan Pengurus Daerah IGI Kabupaten Pidie Jaya.

Menurut Khairul Zami, penghargaan yang diterima Mursyidah tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga besar IGI Aceh serta dunia pendidikan di Provinsi Aceh.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu Mursyidah atas penghargaan yang sangat membanggakan ini. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi para guru untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjadikan literasi sebagai bagian dari pengabdian kepada dunia pendidikan,” ujar Zami.

Ia menambahkan, guru memiliki peran strategis bukan hanya sebagai pendidik di ruang kelas, tetapi juga sebagai agen pelestari budaya melalui berbagai karya kreatif.

Kata Zami, bidang Sastra khususnya puisi, menjadi salah satu media efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter, memperkuat identitas bangsa, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Zami berharap, semakin banyak guru di Aceh yang berani mengekspresikan gagasan, pengalaman, dan kearifan lokal melalui karya tulis maupun karya sastra sehingga mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Hal yang sama disampaikan Sekretaris Wilayah IGI Aceh, Pajarina. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa guru mampu memberikan kontribusi nyata di luar tugas mengajar.

Menurutnya, karya sastra yang lahir dari tangan seorang pendidik dapat menjadi jembatan untuk menumbuhkan budaya literasi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.

Bagi Mursyidah dikatakannya, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengajak lebih banyak guru maupun peserta didik mencintai sastra serta budaya lokal.

Ia berharap gerakan literasi berbasis budaya dapat terus berkembang di sekolah-sekolah sebagai ruang tumbuhnya kreativitas, karakter, dan kecintaan terhadap identitas bangsa.

“Penghargaan Penggerak Puisi Etnik Nusantara yang diterimanya ini menjadi bukti bahwa dedikasi seorang guru tidak hanya tercermin dari keberhasilannya mendidik di kelas, tetapi juga dari kemampuannya menggerakkan masyarakat melalui karya yang menginspirasi,” kata Mursyidah.

Dikatakannya, prestasi ini sekaligus memperkuat optimisme bahwa guru-guru Aceh terus mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan literasi dan pelestarian budaya Indonesia.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *