
ASPIRATIF|ACEH SELATAN – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bergerak cepat merespons ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu aktivitas pertanian masyarakat di kawasan Kluet Raya.
Atas arahan langsung Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, sejumlah alat berat diturunkan untuk melakukan pembersihan sedimen dan normalisasi saluran pada jaringan Irigasi Gunung Pudung serta beberapa titik saluran irigasi yang melintasi wilayah Kluet Raya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya darurat untuk mengembalikan kelancaran distribusi air ke areal persawahan masyarakat yang mengalami penurunan debit akibat pendangkalan saluran dan penumpukan material sedimen.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sekitar 1.700 hektare lahan persawahan produktif terancam mengalami kekeringan apabila tidak segera dilakukan penanganan.

Kawasan tersebut merupakan salah satu sentra produksi pertanian yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Selatan.
Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam terhadap persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, khususnya para petani.
“Pemerintah harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan. Ancaman kekeringan yang berpotensi mengganggu musim tanam tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Karena itu, kami mengambil langkah cepat melalui normalisasi saluran irigasi agar pasokan air ke lahan pertanian dapat kembali berjalan optimal,” ujar Mirwan, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat Aceh Selatan yang harus dijaga keberlanjutannya.
Itu sebab, pemerintah daerah menempatkan upaya penyelamatan jaringan irigasi sebagai salah satu prioritas dalam menghadapi ancaman kekeringan yang sedang terjadi.
“Kita ingin memastikan petani tetap dapat menanam dan berproduksi. Yang kita selamatkan bukan hanya lahan pertanian, tetapi juga penghidupan masyarakat serta ketahanan pangan daerah,” tegasnya.
Selain sebagai langkah penanganan darurat, normalisasi saluran irigasi juga dilakukan untuk menjaga keberlangsungan musim tanam yang sedang berlangsung serta mengurangi risiko gagal panen yang dapat berdampak terhadap perekonomian masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh melalui instansi terkait guna mendorong percepatan rehabilitasi permanen Irigasi Gunung Pudung.
Mengingat infrastruktur tersebut berada di bawah kewenangan Pemerintah Aceh, diperlukan dukungan dan penanganan menyeluruh agar persoalan serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Sementara itu, Keuchik Gampong Ruak, T. Zuhar, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam merespons kebutuhan masyarakat dan petani yang terdampak krisis pasokan air.
“Kami mengapresiasi respons cepat Bapak Bupati H. Mirwan MS yang langsung mengambil langkah konkret di lapangan. Kehadiran pemerintah melalui normalisasi saluran irigasi ini memberikan harapan bagi masyarakat dan petani yang selama beberapa waktu terakhir dilanda kekhawatiran akibat berkurangnya pasokan air ke lahan pertanian,” ujarnya.
Menurut T. Zuhar, mayoritas masyarakat di kawasan Kluet Raya menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.
Karena itu, keberlangsungan pasokan air menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan musim tanam dan produktivitas lahan pertanian.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat dalam menjaga produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta memastikan keberlangsungan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.[]

Tidak ada komentar