Foto : Ketua DPRK Aceh Selatan (tengah) Hj Rema Mishul Azwa saat mengikuti Retreat di Magelang 15 April 2025ASPIRATIF.ID — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan Hj.Rema Mishul Azwa mengikuti kegiatan Retreat Nasional Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) yang digelar di Akademi Militer Magelang 15-19 April 2026.
Saat dikonfirmasi, politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA) itu mengatakan kegiatan ini di ikuti oleh seluruh pimpinan DPRD seluruh Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga bermanfaat dalam memperdalam wawasan kebangsaan.
“Ini bukan hanya forum diskusi, tetapi ruang pembelajaran yang sangat penting. Banyak hal yang bisa dipetik, terutama terkait kepemimpinan, sinergi pusat dan daerah, serta peran DPRD dalam mendorong pembangunan,” kata Rema, Rabu 15 April 2026.
Lebih lanjut Rema menjelaskan, tantangan yang dihadapi daerah saat ini menuntut lembaga legislatif untuk lebih adaptif dan responsif.Itu sebab, penguatan kapasitas pimpinan DPRD menjadi penting, terutama dalam menjalankan tiga fungsi utama, legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Dikatakan Rema, materi yang disajikan dalam KPPD pun dirancang komprehensif, mulai dari kepemimpinan strategis hingga kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Seluruhnya diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata daerah dalam merespons perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang berlangsung cepat.
Tidak hanya itu,retreat ini juga dijadwalkan mendapat arahan langsung dari Prabowo Subianto, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Rema menambahkan, baginya, keikutsertaan dalam forum nasional ini bukan hanya seremonial saja melainkan hasil retreat yang akan dijadikan sebagai bekal untuk dibawa pulang ke Aceh Selatan.
“Sepulang dari sini, tentu kami ingin memastikan fungsi DPRD berjalan lebih maksimal. Harapannya, kebijakan yang dihasilkan semakin adaptif, responsif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” sebutnya.
Masih menurut Rema, di tengah tuntutan publik yang semakin tinggi terhadap kinerja pemerintah daerah, langkah memperkuat kapasitas kepemimpinan seperti ini menjadi penting.
” Retreat ini, adalah titik pijak untuk memastikan bahwa DPRD tidak hanya hadir sebagai lembaga formal, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan daerah yang berkelanjutan, ” tutupnya.[]
Tidak ada komentar