Harga Emas Dunia Melonjak Usai AS dan Israel Serang Iran 

Redaksi
1 Mar 2026 10:06
Nasional News 0 27
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID – Harga emas dunia melonjak setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Ketegangan ini memicu aksi balasan dari Teheran yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Penguatan harga emas di pasar global juga didorong kegagalan pertemuan delegasi AS dan Iran di Geneva, Swiss, terkait isu reaktor nuklir dan pengembangan misil Iran.

banner 350x350

Situasi kian kompleks dengan konflik di Afghanistan dan Pakistan serta potensi keterlibatan negara sekutu masing-masing pihak, termasuk AS, China, dan Rusia.

Pada Sabtu (28/2/2026), harga emas dunia di pasar spot bergerak dari 5.182 dollar AS per troy ons dan naik 1,80 persen ke posisi 5.278–5.280 dollar AS per troy ons, menjadi level tertinggi dalam sepekan terakhir.

Trump-Netanyahu Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan Udara Israel, Iran Bantah ”All-Time High” Emas dan Bea Keluar Ekspor Emas RI Artikel Kompas.id Secara mingguan, kenaikan harga emas mencapai 3,12 persen.

Harga emas global sejak Jumat (27/2/2026) berada di 5.277,29 dollar AS per troy ons, naik 1,74 persen dari perdagangan sebelumnya.

Di dalam negeri, harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ikut naik.

Berdasarkan data resmi Logam Mulia, Sabtu (28/2/2026), harga emas Antam ukuran 1 gram menjadi Rp 3.085.000, meningkat Rp 40.000 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 3.045.000 per gram.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai ketidakpastian geopolitik menjadi katalis utama penguatan harga emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Menurut dia, meski terjadi koreksi, penurunan harga diperkirakan tipis, sekitar 5.260 dollar AS per troy ons untuk emas dunia dan Rp 3.045.000 per gram untuk logam mulia.

Dalam skenario mingguan, harga emas global dapat turun ke kisaran 5.200 dollar AS per troy ons, dengan logam mulia sekitar Rp 3.000.000 per gram.

Namun, peluang penguatan diperkirakan lebih besar. Ibrahim memperkirakan level resisten pertama emas dunia berada di 5.365 dollar AS per troy ons, dengan harga logam mulia berpotensi menembus Rp 3.150.000 per gram.

Bahkan, dalam sepekan ke depan, harga emas global bisa mencapai 5.500 dollar AS per troy ons, dan logam mulia Rp 3.400.000 per gram.

Selain mendorong emas, eskalasi konflik juga berpotensi mengerek harga minyak mentah dunia. Kenaikan harga energi dapat menimbulkan efek berantai terhadap inflasi global dan melemahkan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

“Ini bisa menjadi babak baru konflik di Timur Tengah pada Maret 2026. Dampaknya, kemungkinan besar harga emas naik, logam mulia naik, rupiah melemah. Kemudian kalau harga minyak mentah naik, ini akan berdampak terhadap turunannya,” ujar Ibrahim, dikutip dari Kompas.id.[]

 

Sumber : Kompas.Com

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x