Jeritan Kemanusiaan dari Wisma Tanah Rencong: Mahasiswa Aceh Sumbar Kibarkan Kain Putih

Redaksi
24 Des 2025 11:25
Daerah News 0 290
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Aceh (HIMPAC) Sumatera Barat, menyatakan sikap atas bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh serta sejumlah wilayah di Sumatra yang hingga kini masih menimbulkan penderitaan luas bagi masyarakat.

Sebagai bentuk solidaritas dan panggilan kemanusiaan, HIMPAC Sumatera Barat turut mengibarkan bendera putih, berupa kain putih yang berkibar di Wisma Tanah Rencong, Sumatera Barat.

“Pengibaran bendera putih ini adalah simbol keadaan darurat dan jeritan rakyat, bukan simbol mmenyerah.”wakil ketua umum HIMPAC, Fazri dalam keterangannya Rabu, (24/12/2025).

Sehubungan dengan itu, HIMPAC menyatakan sikap sebagai berikut:

1.  Mengecam lambannya respons pemerintah dalam menangani dampak banjir dan longsor di Aceh dan wilayah Sumatra yang terdampak. Kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak warga yang belum mendapatkan bantuan secara layak dan merata.

2. Mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan bencana banjir dan longsor di Aceh serta wilayah Sumatra yang terdampak sebagai bencana nasional, mengingat luas wilayah terdampak, dampak sosial-ekonomi, serta keterbatasan kemampuan pemerintah daerah.

3. Menuntut percepatan penyaluran bantuan yang adil, transparan, dan tepat sasaran, terutama untuk kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat pengungsian yang manusiawi.

4. Meminta negara hadir secara penuh dalam proses penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana, termasuk perlindungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.

5. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak abai terhadap penderitaan korban bencana serta terus mengawal kebijakan dan langkah pemerintah agar berpihak pada kepentingan rakyat.

“Bendera putih yang kami kibarkan di Wisma Tanah Rencong adalah seruan nurani dan simbol perlawanan terhadap ketidakpedulian, sekaligus pengingat bahwa keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama negara,” tutup Fazri.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x