Muara Dangkal, Nelayan Gunung Cut Minta Pemerintah Segera Ambil Langkah Nyata

2 menit membaca View : 1
Redaksi
Daerah, News - 02 Nov 2026

ASPIRATIF – Nelayan di Gampong Gunung Cut, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan segera mengambil langkah nyata untuk menangani pendangkalan muara pelabuhan yang kini membahayakan aktivitas melaut.

Nelayan di Gampong Gunung Cut, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan segera mengambil langkah nyata untuk menangani pendangkalan muara pelabuhan yang kini membahayakan aktivitas melaut.

Muara yang menjadi akses utama keluar-masuk perahu nelayan mengalami pendangkalan, dipenuhi karang dangkal, serta sebagian tertutup bongkahan batu waterbreak yang longsor. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat gelombang tinggi.

Salah seorang nelayan, Hasbi, mengatakan para nelayan setiap hari terpaksa mempertaruhkan keselamatan demi mencari nafkah karena tidak memiliki jalur alternatif menuju laut.

“Sudah banyak nelayan yang menjadi korban. Saat ombak besar, banyak perahu terhempas ke karang dangkal hingga lambung perahu pecah. Bahkan, ada nelayan yang mengalami luka serius akibat kecelakaan tersebut,” ujar Hasbi, Senin (o1/11).

Menurutnya, Pelabuhan Gunung Cut merupakan satu-satunya pelabuhan yang melayani aktivitas nelayan di Kecamatan Samadua. Karena itu, perbaikan pelabuhan dan normalisasi muara menjadi kebutuhan mendesak yang menyangkut kepentingan seluruh nelayan di wilayah tersebut.

Hasbi juga mengingatkan komitmen Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang melalui tim pemenangannya saat masa kampanye pernah menyampaikan rencana perbaikan pelabuhan tersebut. Para nelayan berharap komitmen itu segera direalisasikan.

“Kami menunggu janji Bupati terealisasi. Potensi hasil laut di Samadua sangat besar. Jika pemerintah serius membenahi pelabuhan ini, tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi sumber pendapatan daerah. Kami berharap Bupati segera turun meninjau langsung kondisi yang kami alami,” katanya.

Para nelayan menilai pembangunan sektor perikanan tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi hasil tangkap, tetapi juga harus dibarengi dengan penyediaan infrastruktur yang layak, aman, dan mendukung keselamatan kerja.

Masyarakat pesisir berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama instansi terkait segera melakukan normalisasi muara, menata kembali waterbreak yang longsor, serta meningkatkan fasilitas Pelabuhan Gunung Cut agar aktivitas melaut dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan produktif.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Selatan Hadi Suhaima saat dikonformasi Aspiratif mengatakan, telah melaporkan kepada DKP Provinsi Aceh terkait pendangkalan beberapa pelabuhan tempat pendaratan ikan  yang ada di Aceh Selatan.

“Kita sudah melaporkan ke DKP Provinsi, karena ini ranahnya Pemerintah Aceh, namun bukan berarti kita di Kabupaten lepas tangan, karena anggaran daerah tidak mampu menampung untuk kegiatan rehab pelabuhan tersebut,” kata Hadi Suhaima.[]

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *