SKARSIP: Menempa Diri Hari Ini, Menjadi Pemimpin Esok Hari

4 menit membaca View : 8
Redaksi
Daerah, News - 11 Sep 2026

ASPIRATIF – BEM FISIP USK melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) resmi menyelenggarakan SKARSIP (Sekolah Kader FISIP) dengan mengusung tema “Menempa Diri Hari Ini, Menjadi Pemimpin Esok Hari.”

Kegiatan ini menjadi langkah awal hadirnya ruang kaderisasi yang secara khusus dirancang untuk membentuk mahasiswa FISIP agar tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual, karakter, integritas, kemampuan komunikasi, serta keberanian untuk mengambil peran.

Sebagai sekolah kaderisasi pertama di lingkungan FISIP, SKARSIP hadir bukan sekadar sebagai program kerja, melainkan sebagai wadah untuk belajar, berproses, dan menempa diri.

Di dalamnya, peserta akan diajak untuk mengembangkan cara berpikir kritis, memahami persoalan publik, melatih kepemimpinan, membangun komunikasi, serta belajar mengambil sikap dan keputusan melalui proses yang berkelanjutan.

Ketua Panitia SKARSIP, Farid putra fariski menyampaikan bahwa hadirnya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi peserta untuk terus mengembangkan diri dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

“Dengan adanya kegiatan ini, semoga kita bisa mengubah pribadi yang sudah baik menjadi lebih baik lagi ke depannya. Kita juga berharap proses yang kita jalani di sini dapat membantu kita menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang akan kita temui nantinya. Apa pun yang kita dapatkan hari ini, apa pun yang kita gali dan pelajari hari ini, semoga bisa menjadi bekal bagi kita di suatu hari nanti,” ujar Farid,Rabu (9/9/2026).

Sementara itu, Muhammad Alfatul Auliadi selaku Kepala Departemen PSDM BEM FISIP USK, menyampaikan bahwa SKARSIP merupakan wadah yang sengaja dibangun untuk memberikan ruang kepada mahasiswa agar dapat ditempa dan dibina melalui proses kaderisasi.

“Inilah wadah tempat kita belajar, ditempa, dan dibina. Setelah forum ini, masih ada tiga tahapan pertemuan yang harus teman-teman lalui. Saya berharap teman-teman bisa memanfaatkan forum ini semaksimal mungkin.dan Di dalam forum ini, jangan takut untuk salah dan jangan takut untuk mencoba. Karena pemimpin yang hebat tidak lahir dari orang yang selalu benar, tetapi dari mereka yang berani mencoba, berani belajar dari kesalahan,karena melalui kesalahan kesalahan itulah akan lahir yg namanya pengalaman.dan pengalaman itulah yang nantinya menjadi benteng bagi kapasitas teman-teman untuk menghadapi tantangan yang lebih besar kedepannya,” ujar Fatul.

Ia juga menekankan bahwa identitas FISIP sebagai leader bagi fakultas lain tidak boleh berhenti sebagai slogan. Menurutnya, predikat tersebut harus dibuktikan melalui kapasitas dan kontribusi nyata mahasiswa FISIP.

“Kalau FISIP dikenal sebagai leader bagi fakultas lain, jangan sampai itu hanya menjadi slogan.Maka melalui forum inilah teman-teman belajar bagaimana menjadi leader yang ideal tersebut.Kita belajar untuk memimpin diri sendiri, memimpin kelompok, membaca keadaan, dan mengambil peran sebagai mahasiswa.Harapannya, dari proses ini lahir generasi yang siap menjadi penerus dan membawa FISIP ke arah yang lebih baik,” lanjutnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ketua Bem fisip Hanif Al-Hafif terhadap pelaksanaan SKARSIP. Ia mengapresiasi gerak cepat PSDM dalam merealisasikan program kerja tersebut.

Menurutnya, kegiatan yang dipersiapkan dalam waktu relatif singkat namun mampu dikemas dengan konsep yang matang menunjukkan keseriusan dan kerja keras panitia dalam menghadirkan program kaderisasi di FISIP.

Sementara itu,Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A. Sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan (Wakil Dekan III) dalam arahannya menegaskan bahwa SKARSIP harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan berproses.

Menurutnya, proses yang dijalani dalam sekolah kader ini merupakan bagian dari persiapan mahasiswa untuk menghadapi tanggung jawab kepemimpinan di masa yang akan datang.

“Di sinilah tempat kita belajar dan berproses. Teman-teman ditempa dan dipersiapkan untuk menjadi pemimpin di hari yang akan datang.Tetapi proses ini tentu harus menghasilkan sesuatu. Karena itu, nanti saya akan menagih kepada Muhammad Alfatul Auliadi selaku Ketua Bidang PSDM, apa yang telah dihasilkan dari Sekolah Kader ini setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai,” ungkap Masrizal.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan SKARSIP tidak hanya diukur dari terlaksananya sebuah kegiatan, tetapi dari apa yang berubah setelah proses kaderisasi berlangsung.

Apakah peserta menjadi lebih berani berbicara, lebih kritis dalam membaca persoalan, lebih matang dalam mengambil keputusan, serta memiliki kesadaran untuk mengambil peran dalam organisasi maupun masyarakat.

SKARSIP pada akhirnya bukan tentang siapa yang paling hebat di dalam forum, melainkan tentang siapa yang paling berani belajar, mencoba, bertumbuh, dan mengambil tanggung jawab.

Karena menjadi pemimpin bukanlah tujuan yang dicapai dalam satu malam, tetapi perjalanan panjang yang dimulai dari keberanian untuk menempa diri hari ini.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *