BNPB Ungkap Sumber Air Mulai Menyusut, Pemadaman Karhutla Makin Sulit

2 menit membaca View : 0 View
Redaksi
Nasional, News - 24 Agu 2026

ASPIRATIF – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sejumlah kendala dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas.

Salah satu persoalan utama yang dihadapi petugas adalah sumber air yang mulai menyusut dan semakin jauh dari titik api.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan operasi pemadaman melalui jalur darat, tetapi juga operasi udara menggunakan helikopter water bombing.

“Kendala di lapangan untuk operasi darat tidak ada akses jalan menuju titik api sehingga medan sulit ditembus. Sumber-sumber air mulai surut dan semakin jauh dari titik api,” kata Berton dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).

Untuk operasi udara, kata dia, sumber air yang digunakan untuk pengambilan air melalui bucket water bombing juga mulai menyusut. Jarak sumber air dengan titik kebakaran pun semakin jauh.

“Untuk operasi udara, sumber air untuk pengambilan air dari bucket water bombing mulai surut dan semakin jauh dari fire spot,” ujarnya. Selain persoalan sumber air, petugas juga menghadapi angin kencang di sekitar titik kebakaran.

Kondisi tersebut menyulitkan pilot helikopter melakukan manuver saat menjalankan operasi pemadaman dari udara.

“Angin di sekitar fire spot bertiup kencang sehingga menyulitkan untuk manuver helikopter. Kondisi jarak pandang yang terbatas,” kata Berton.

BNPB saat ini mengoptimalkan operasi darat dan udara di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Operasi dilakukan melalui Satgas Darat dan Satgas Udara, termasuk patroli udara, water bombing, serta operasi modifikasi cuaca (OMC) sesuai kondisi meteorologis dan kebutuhan di lapangan.

Berton menegaskan operasi water bombing bukan merupakan operasi utama, melainkan pendukung operasi darat.

“Heli water bombing bukan merupakan operasi utama, hanya merupakan pendukung operasi darat,” katanya.

BNPB juga menyiagakan armada OMC dan stok bahan semai di setiap wilayah.

Operasi modifikasi cuaca akan dilakukan ketika terdapat informasi mengenai ketersediaan awan hujan yang memungkinkan.

Selain memperkuat operasi pemadaman, pemerintah juga meminta masyarakat ikut mencegah meluasnya karhutla.

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah, serta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.

BNPB juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak asap karhutla.[]

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *