Mahasiswa KKN USK Edukasi Sanitasi dari Rumah ke Rumah untuk Perkuat Pencegahan DBD di Cut Langien

4 menit membaca View : 1
Redaksi
Daerah, News - 28 Jul 2026

ASPIRATIF – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok Reguler 11 Periode XXIX memberikan edukasi mengenai pentingnya sanitasi dalam mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada masyarakat Gampong Cut Langien, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan dilakukan secara door to door dengan mengunjungi rumah-rumah warga guna meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sanitasi dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan.

Edukasi tersebut dilaksanakan oleh tujuh mahasiswa dari lintas disiplin ilmu, yakni Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Kehutanan, serta Pendidikan Dokter.

Pendekatan langsung dipilih agar materi dapat disampaikan secara lebih personal sekaligus membuka ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa sanitasi merupakan upaya menjaga kebersihan lingkungan melalui penyediaan air bersih, pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Sanitasi yang baik dinilai menjadi salah satu langkah efektif untuk mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab utama penularan DBD.

Selain memberikan pemahaman mengenai sanitasi, mahasiswa juga mengedukasi masyarakat tentang gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.

Adapun langkah “Plus” meliputi penggunaan larvasida bila diperlukan, memelihara ikan pemakan jentik, membersihkan talang air dan saluran drainase secara berkala, serta menjaga kebersihan lingkungan melalui gotong royong.

Masyarakat juga diberikan informasi mengenai gejala awal DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi, muncul bintik merah pada kulit, hingga tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis segera.

Untuk memperkuat pemahaman warga, mahasiswa membagikan leaflet edukasi yang berisi informasi mengenai sanitasi, pencegahan DBD, serta langkah-langkah yang dapat diterapkan di lingkungan rumah masing-masing.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga tampak antusias mengikuti edukasi, berdiskusi, serta menyampaikan berbagai persoalan terkait kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

Ketua Kelompok KKN Reguler 11, Ari Maulana, mengatakan bahwa pencegahan DBD tidak dapat dilakukan hanya ketika terjadi peningkatan kasus, tetapi harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Melalui edukasi ini kami ingin membangun kesadaran bahwa sanitasi bukan sekadar menjaga kebersihan rumah, melainkan investasi kesehatan bagi seluruh keluarga. Upaya sederhana seperti menghilangkan genangan air, mengelola sampah dengan baik, dan menerapkan 3M Plus secara rutin dapat memberikan dampak besar dalam memutus rantai penyebaran DBD,” ujar Ari.

Ia menambahkan, pendekatan dari rumah ke rumah menjadi sarana efektif untuk memberikan edukasi yang lebih komunikatif sekaligus memahami kondisi sanitasi masyarakat secara langsung.

“Harapan kami, pengetahuan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti sebagai informasi, tetapi berubah menjadi kebiasaan sehari-hari. Ketika seluruh warga memiliki kepedulian yang sama terhadap kebersihan lingkungan, maka risiko penyebaran DBD dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat akan semakin baik,” katanya.

Program edukasi tersebut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 3, yakni Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs poin 6, yakni Clean Water and Sanitation (Air Bersih dan Sanitasi Layak), yang mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Geuchik Gampong Cut Langien, Muhammad Syahril, S.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN USK yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, edukasi yang dilakukan secara langsung ke rumah-rumah warga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sanitasi lingkungan sebagai langkah pencegahan DBD.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., menilai kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjawab persoalan kesehatan lingkungan.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Ari Maulana yang dinilai aktif mengoordinasikan tim sehingga setiap program kerja dapat terlaksana secara efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap semangat menjaga sanitasi dapat menjadi budaya bersama di tengah masyarakat.

Sebab, lingkungan yang bersih tidak hanya mengurangi risiko penyebaran DBD, tetapi juga menciptakan kualitas hidup yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga. “Lingkungan Bersih, Nyamuk Hilang, Keluarga Sehat! Cegah DBD Dimulai dari Rumah Kita.”[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *