Transportasi Air Jadi Kebutuhan Mendesak Sekolah Terpencil di Alue Keujrun

2 menit membaca View : 7
Redaksi
Daerah, News - 16 Okt 2026

ASPIRATIF – SD Negeri dan SMP Negeri Satu Atap di Desa Alue Keujrun, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, menyampaikan sejumlah kendala operasional dan kebutuhan strategis yang mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, terutama terkait aksesibilitas dan keselamatan transportasi air yang menjadi satu-satunya jalur penghubung ke wilayah tersebut.

Pertemuan dilaksanakan di SMP Negeri Satu Atap Alue Keujrun pada Kamis, 15 Oktober 2026, dan dihadiri oleh seluruh guru serta tenaga kependidikan dari kedua sekolah, didampingi oleh Pengawas Pembina SMP, Muasbalili, serta Pengawas Pembina SD, Hamdani dan Rusdy.

Safriadi, Kepala SMP Negeri Satu Atap Alue Keujrun, menjelaskan bahwa keterbatasan sarana transportasi air menjadi kendala utama yang menghambat efektivitas dan efisiensi pengelolaan sekolah.

“Kita sangat terkendala dengan alat transportasi. Setiap ada urusan mendesak, kita harus bergantung pada jadwal angkutan umum yang tidak menentu. Kami berharap pemerintah dapat memfasilitasi pengadaan sarana transportasi dinas yang layak,” ungkapnya.

Selain aksesibilitas, tenaga pendidik juga menyampaikan harapan agar kesejahteraan guru di daerah terluar dapat diperhatikan secara berkeadilan, khususnya pencairan Tunjangan Daerah Terpencil serta percepatan proses pengajuan NUPTK bagi guru yang belum memiliki nomor identitas tersebut.

Sementara itu, Rudwan, Kepala SD Negeri Alue Keujrun, menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan, perluasan kapasitas pembelajaran, serta pemenuhan fasilitas penunjang pendidikan yang memadai.

Menyahuti berbagai aspirasi tersebut, Kepala Disdikbud Aceh Selatan, M. Najur, menyatakan akan menyampaikan kebutuhan tersebut kepada pihak yang berwenang.

“Kami akan menyampaikan usulan ini kepada Pimpinan dan instansi terkait, karena pengadaan sarana transportasi air bukan kewenangan langsung Dinas Pendidikan. Namun, aspek keselamatan dan kelancaran akses pendidik di wilayah terluar akan kami perjuangkan sebagai prioritas.Kami memahami bahwa akses sungai adalah satu-satunya jalur yang tersedia, dan perjalanan yang menempuh waktu 2–3 jam dengan sarana yang terbatas mengandung risiko keselamatan yang tinggi,” katanya.

“Bahkan belum lama ini, dua guru di SD Negeri Alue Keujrun pernah mengalami musibah terbaliknya perahu yang ditumpangi. Syukurlah keselamatan mereka dapat diselamatkan, namun perangkat kerja dan barang pribadi hilang terbawa arus. Hal ini menunjukkan urgensi pemenuhan kebutuhan sarana transportasi yang layak dan aman,” tambah M.Najur

Lebih lanjut, M. Najur menambahkan bahwa aspek administrasi dan kesejahteraan pendidik akan segera ditindaklanjuti.

“Mengenai NUPTK dan tunjangan daerah terpencil, akan saya instruksikan kepada Kabid GTK untuk memverifikasi dan mempercepat prosesnya. Sementara kebutuhan sarana dan prasarana, akan kami masukkan ke dalam daftar prioritas perencanaan pembangunan pendidikan tahun anggaran berikutnya,” pungkasnya.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *