Terkait Dugaan MBG Berbau dan Basi di Labuhan Haji Barat, Ini Kata Kepala Sekolah 

Redaksi
31 Jan 2026 22:44
Daerah News 0 208
3 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Kabar tak elok terkait dugaan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut sebut berbau dan basi  di Kecamatan Labuhan Haji Barat pada Jum’at, 30 Januari 2026 mendapat sanggahan dari kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ujung Padang Hadisnawati,S.Pd.

Menurutnya, Informasi yang menyebutkan makanan yang didistribusikan Dapur MBG Yayasan Ammar Aceh Madani Labuhan Barat, Aceh Selatan berbau dan basi sangat tidak benar, dan keliru.

“Tenaga pendidik dan murid sama-sama mencicipi di sekolah, tidak ada perubahan rasa,” kata Hadisnawati, S.Pd, Sabtu 31 Januari 2026.

banner 350x350

Lebih lanjut Hadisnawati mengatakan,ia mengaku heran, karena pada hari jumat (30/1/2026), sekitar pukul 11.00 WIB, pihaknya bersama dewan guru dan 86 murid sama-sama menikmati paket MBG yang didistribusikan Yayasan Ammar Aceh Madani.

“Kami ikut menikmati (makan) menu MBG bersama murid-murid, normal-normal saja, enggak ada perubahan rasa. Tiba-tiba kok berkembang isu mie berbau dan basi. Ini aneh san sangat keliru. Bisa jadi sengaja digoreng,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan, Siswi SMAN I Labuhanhaji Barat, Cut Aicha Kamila didamping Rizka Ulfia yang mengatakan,.sejak disalurkan MBG oleh Dapur Yayasan Ammar Aceh Madani ke sekolah, rasanya belum pernah ada menu basi dan berbau.

“Bagi kami, menu MBG itu sebagai pengganti sarapan pagi. Pihak sekolah dan penyelenggara menyalurkan kepada siswa bertepatan jam istirahat. Enggak ada perubahan rasa, apalagi basi, bahkan sajian menu selalu bergantian tiap hari. Dalam seminggu ada menu daging,” kata Cut Aicha Kamila menyikapi isu yang berkembang.

Setali tiga uang, Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Jabar Nur Pasya Gampong Pelokan, Labuhanhaji Barat, Cut Merah Diana, S.Pd, juga menyatakan heran dengan informasi yang beredar, padahal tidak ada komplain yang dilakukan secara bertanggungjawab, jika ada pihak sekolah akan membuat berita acara.

“Menu yang disalurkan kemarin bagus, tidak ada pengaruh terhadap rasa. Saya ikut mencicipi saat jam istirahat. Pelajar sama sekali tidak ada keluhan. Ini ada miskomunikasi, atau kesalahpahaman, saya juga mengajar di SMPN 2 Labuhanhaji Barat, tidak ada masalah bang,” ujar Cut Merah Diana.

Menurutnya, di Sekolah MTs Jabar Nur Pasya Gampong Pelokan dan SMPN 2 Labuhanhaji Barat, peket MBG dibagikan kepada pelajar pada pukul 10.00 sampai 12.00 WIB.

“MBG itu untuk asupan gizi dan asupan nutrisi murid SD, pelajar, siswa-siswi, Balita dan ibu hamil. Harus dinikamti tepat waktu, jika melewati batas normal juga tidak baik bagi keseharan apalagi dibawa pulang. Kami di MTs dan SMPN 2 Labuhanhaji Barat, normal dan lancar-lancar saja,” beber Cut Merah.

Sebelumnya diberitakan, ahli Gizi   Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Aceh Madani di Gampong Kuta Trieng Kecamatan Labuhan Haji Barat, Adelia Oktarina FR, S.Tr. Gz, menyebutkan bahwa pihaknya ditugaskan pemerintah untuk mengawasi dan menindaklanjuti MBG, termasuk pemenuhan gizi.

“Pelaksanaan Yayasan Ammar Aceh Madani sudah sesuai petunjuk standar operasional prosedur dan teknis. Semuanya maksimal dan steril, termasuk sajian menu. Bahkan menurut Tim yang turun, dapur ini mendapat penilaian terbaik,” ucap Adelia Oktarina

Ia menyebutkan, jumlah menu yang didistribusikan Yayasan Ammar Aceh Madani berjumlah 2.992 porsi. Sebelum disalurkan kepada penerima manfaar, semua masakan dirasai terlebih dahulu.

“Dapur MBG Yayasan Ammar Aceh Madani memasak dan menyiapkan makanan pada pukul 03.00 WIB, sertiap hari.  Menu didistribusi ke titik sasaran pada pukul 07.00–08.00 WIB. Besar kemungkinan ada ambang batas menikmatinya, dan tidak untuk dibawa pulang,” tegas Adelia Oktarina.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x