
ASPIRATIF – Kebersihan laut berkaitan erat dengan keberlanjutan sumber pangan dan penghidupan masyarakat pesisir. Karena itu, upaya mengatasi sampah laut perlu dilakukan secara konsisten, mulai dari perubahan perilaku masyarakat hingga kolaborasi lintas sektor.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan pesisir melalui aksi bersih pantai dan penanaman 100 bibit cemara laut di Pantai Baru Pandansimo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.
Kegiatan yang melibatkan lebih dari 250 peserta ini merupakan bagian dari Bulan Bakti Hari Ulang Tahun ke-27 KKP sekaligus kampanye Laut Sehat Bebas Sampah (Laut SEBASAH).
Menurut dia, melalui gerakan Laut SEBASAH, KKP mendorong masyarakat mengelola sampah sejak dari sumbernya. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah sampah dari daratan terbawa aliran sungai hingga mencemari kawasan pesisir dan laut.

Kegiatan di Pantai Baru Pandansimo itu meliputi deklarasi bersama, aksi bersih pantai, dan penanaman cemara laut di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Desa Poncosari, Bantul. Pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Koswara mengatakan penanganan sampah perlu dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari pencegahan, pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan.
Masyarakat juga didorong mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memilah sampah dari rumah agar material yang masih bernilai dapat dimanfaatkan kembali melalui prinsip ekonomi sirkular.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Agus Budiraharja mengapresiasi pelaksanaan gerakan Laut SEBASAH di Pantai Baru Pandansimo.
Menurut dia, kebersihan pantai tidak hanya berpengaruh terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga mendukung pariwisata dan kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
“Laut dan pantai merupakan anugerah yang sangat berharga. Tugas kita bersama adalah menjaga dan melestarikannya agar potensi tersebut terus memberikan manfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Agus.
Ia berharap kegiatan menjaga kebersihan pesisir tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi kebiasaan masyarakat. Pantai yang terawat, menurut dia, dapat mendukung penghidupan nelayan, pelaku usaha wisata, dan warga yang bergantung pada kawasan pesisir.
Dalam aksi bersih pantai, peserta mengumpulkan, memilah, menimbang, mendata, dan mengangkut sampah untuk penanganan lebih lanjut. Adapun penanaman 100 bibit cemara laut ditujukan untuk mendukung upaya perlindungan lingkungan pesisir.
Bibit-bibit tersebut perlu dirawat secara berkelanjutan agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi kawasan pantai.
Koswara menegaskan, keberhasilan gerakan Laut SEBASAH bergantung pada keterlibatan dan komitmen seluruh pihak dalam menjaga kebersihan laut.
“Deklarasi dan aksi hari ini harus menjadi awal dari komitmen yang berkelanjutan, bukan berhenti pada seremoni,” ujarnya. Ia berharap masyarakat dan para pemangku kepentingan terus bekerja sama mengelola sampah secara bertanggung jawab serta merawat cemara laut yang telah ditanam.
Melalui gerakan Laut SEBASAH, KKP mendorong pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, dan generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam mengurangi sampah laut dan menjaga ekosistem pesisir.
Semangat Bulan Bakti HUT ke-27 KKP ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat aksi nyata demi laut yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Hadis Suhaima, S.Pi,M.Si saat dikonfirmasi Aspiratif, Selasa (27/10) mengatakan, memasuki usia yang ke 27 Kementerian Kelauatan dan Perikanan dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat,khususnya nelayan.
“Di Aceh Selatan tahun 2026 ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membangun Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di 4 gampong,” ujarnya.[]

Tidak ada komentar