Peringati Hari Santri Nasional, Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Selatan Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Admin
24 Okt 2025 22:25
Daerah News 0 36
3 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2025 Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Selatan menggelar Lomba Baca Kitab Kuning, Kamis 23 Oktober 2025 di Aula Dinas Pariwisata Aceh Selatan Tapaktuan.

Ketua Panitia Pelaksana,Ismail Us, S.Pd,M.Pd yang juga sebagai Plt Kepala UPTD MUQ dan Darul Aitami mengatakan kegiatan ini dilaksanakan meningkatkan kemampuan baca dan pemahaman kitab kuning di kalangan santri/santriwan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan memotivasi peserta agar lebih giat dalam mempelajari kitab klasik. Dengan membaca dan memahami kitab-kitab tersebut, kita menjaga agar khazanah ilmu Islam tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Ismail.

Lebih lanjut Ismail menjelaskan, lLomba Baca Kitab Kuning ini diikuti oleh Dayah-dayah yang bertipe A+, A, B dan C dengan jumlah dayah yang ikut berpartisipasi pada kegiatan ini sebanyak 26 dengan Estimasi peserta sebanyak 50 orang.

“Peserta Lomba Baca Kitab Kuning ini terdiri dari santriwan dan santriwati dari dayah-dayah dalam wilayah kabupaten Aceh Selatan,” ujarnya.

“Kitab yang dilombakan ini adalah Fathur Karim Jilid 1 atau (Nyaknah). Setiap peserta Lomba Baca Kitab Kuning memperebutkan Juara I (sebesar Rp. 1.500.000,-) Juara II  (sebesar Rp. 1.000.000,-) dan Juara III (sebesar Rp. 750.000,-) tambah TROPI untuk kategori putra dan putri,” tambahnya.

Ismail menambahkan, selama kegiatan lomba baca kitab kuning ini berlangsung, peserta akan disediakan konsumsi sedangkan transfortasi akan dibebankan kepada masing-masing dayah.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan lagi di tahun depan,” tutup Ismail

Sementara itu Bupati Aceh Selatan melalui Asisten Pemerintahan Kamarsyah, S.Sos,MM mengatakan tanggal 22 Oktober merupakan hari bersejarah yang ditetapkan negara sebagai hari santri Nasional.

“Peringatan ini merupakan wujud penghormatan negara atas peran besar para ulama dan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia melalui resolusi jihad yang digelorakan pada tahun 1945,” kata Kamarsyah.

Lebih lanjut, Kamarsyah menjelaskan Kitab Kuning adalah jantung dan ruh dari pendidikan pesantren.Ia adalah khazanah ilmu keislaman yang otentik, warisan para ulama Nusantara yang bersanad keilmuan hingga Rasulullah SAW.

“Kitab kuning mengajarkan kita tidak hanya tentang fiqih, tauhid dan tasawuf, tetapi juga tentang Akhlakul Karimah, etika sosial,dan semangat cinta tanah air,” ujar Kamarsyah.

Kamarsyah menambahkan, lomba baca kitab kuning yang dilaksanakan ini bukan hanya sekedar ajang kompetisi, melainkan lebih dari itu. Pertama upaya menjaga tradisi keilmuan yang mulia. Kedua, Ikhtiar untuk menumbuhkan sikap moderasi beragama.Ketiga, investasi peradaban.

​” Saya ucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya, teruslah belajar, teruslah mengaji, karena masa depan Aceh Selatan dan masa depan Indonesia berada di tangan kalian,” tutup Kamarsyah.

​Kegiatan ini juga dihadiri oleh para pimpinan Dayah dalam Kabupaten Aceh Selatan.[Red]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x