P2TP2A : Jangan Tambah Luka Mereka Dengan Diam , Lindungi, Dampingi, Pulihkan 

Redaksi
18 Mei 2025 04:56
Daerah News 0 22
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID– Kejahatan seksual terhadap dua anak di Aceh Selatan yang dilakukan oleh seorang pria tua renta telah mengguncang nurani banyak orang. Duka dan kemarahan bercampur menjadi satu saat fakta terungkap bahwa pelaku adalah kakek korban sendiri.

Di tengah luka mendalam ini, suara kepedulian datang dari seorang ibu yang juga pegiat perlindungan anak, Karmisa, A.Md.Keb yang juga pengurus Yayasan P2TP2A Rumoh Putroe Aceh Kabupaten Aceh Selatan.

Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, Karmisa menyampaikan rasa pilu yang mendalam atas tragedi tak berperikemanusiaan tersebut.

“Sebagai seorang ibu, saya tidak bisa membayangkan luka yang dialami anak-anak itu. Luka yang tidak hanya di tubuh, tapi yang jauh lebih dalam—di hati, di jiwa mereka. Ini bukan hanya kejahatan, ini adalah pengkhianatan terhadap cinta kasih dan kemanusiaan,” kata Karmisa kepada ASPIRATIF.ID Minggu 18 Mei 2025.

Menurut Karmisa, tindakan pelaku adalah gambaran nyata dari runtuhnya moral dan hilangnya rasa takut kepada Tuhan. Ia mengingatkan masyarakat bahwa anak-anak adalah amanah yang tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga komunitas secara luas.

“Ketika seorang tua renta yang seharusnya menjadi pelindung dan teladan justru menjadi pemangsa, maka kita sebagai masyarakat harus bangkit. Kita tidak bisa lagi diam. Alarm sosial harus dihidupkan kembali,” lanjut Karmisa.

Karmisa menambahkan , ia menyambut baik langkah cepat aparat dalam menangkap pelaku yang sempat melarikan diri dari Kabupaten Aceh Selatan, serta mengapresiasi keberanian masyarakat dalam melaporkan kejadian tersebut. Namun, menurutnya, penegakan hukum saja tidak cukup, butuh kepedulian kepada korban.

“Kita harus hadir untuk korban dan keluarganya, jangan biarkan mereka memikul beban ini sendirian. Jangan biarkan mereka merasa dikucilkan atau menjadi bahan bisik-bisik. Mereka tidak bersalah. Mereka butuh kita. Butuh pelukan, bukan penghakiman,” ujarnya.

“Ini saatnya kita sebagai masyarakat menunjukkan bahwa Aceh Selatan masih punya hati. Air mata mereka adalah tanggung jawab kita semua. Mari bersama-sama menjaga anak-anak kita. Jangan ada lagi yang terluka seperti ini,” tutup Karmisa.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x