Muslim Ayub Usulkan Pembangunan Barak Sementara untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Admin
10 Des 2025 13:27
News Parlemen 0 32
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Anggota Komisi XIII DPR RI, Muslim Ayub, mendorong pemerintah untuk segera membangun barak tempat tinggal sementara bagi para korban banjir bandang yang kembali merendam sejumlah wilayah di Aceh.

Menurutnya, langkah ini menjadi kebutuhan mendesak demi memastikan seluruh proses penanganan korban berjalan lebih teratur, cepat, dan tepat sasaran.

Dalam keterangannya, Muslim menegaskan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya dengan evakuasi dan distribusi bantuan. Diperlukan manajemen penampungan yang jelas untuk menghindari tumpang tindih data serta keterlambatan bantuan.

Kondisi memprihatinkan korban bencana yang masih berada di posko posko pengungsian,Mesjid,kolom jembatan dan di tenda darurat dan ada juga menumpang di rumah rumah Famili hal ini sangat mendesak di relaksasi ke barak.

“Pembangunan barak sementara sangat penting agar korban memiliki tempat tinggal yang teratur dan aman. Hal ini juga akan memudahkan pihak berwenang dalam melakukan pendataan secara terpadu serta mendistribusikan bantuan dengan lebih efisien,” ujar Muslim Ayub, di Jakarta, Rabu 10 Desember 2025

Ia menilai, setiap kali banjir bandang melanda Aceh, persoalan yang sama terus berulang, di mana warga kehilangan tempat tinggal, mengungsi secara terpencar, dan kesulitan mengakses bantuan dasar seperti makanan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan logistik.

Muslim menekankan bahwa dengan adanya barak sementara yang terpusat, penanganan korban akan lebih cepat, koordinasi antar-instansi lebih mudah, dan alur bantuan dapat diawasi secara terbuka.

“Dengan barak yang terstruktur, korban lebih terorganisir dan kebutuhan mereka dapat dipenuhi dengan lebih baik. Ini bukan hanya soal hunian sementara, tetapi soal menjaga keselamatan dan martabat warga yang terdampak,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat segera merespons usulan tersebut dan mulai melakukan pemetaan lokasi, perencanaan fasilitas, serta mobilisasi anggaran darurat.

Menurutnya, Aceh membutuhkan solusi yang tidak sekadar reaktif, tetapi juga sistematis dalam menghadapi bencana berulang.

Usulan ini sekaligus menjadi dorongan agar pemerintah memperkuat tata kelola penanggulangan bencana, khususnya di wilayah rawan banjir bandang, demi memastikan warga tidak terus menjadi korban dalam siklus bencana yang sama.

“Korban butuh kepastian tempat tinggal sementara yang layak. Negara harus hadir secara nyata,” tutup Muslim Ayub.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x