Foto : IlustrasiPribahasa ini cukup populer.Harimau adalah binatang yang sangat berbahaya. Begitupun,pribahasa ini mengaitkan dengan mulut,karena mulut,kalau tidak kita jaga,maka sama saja seperti harimau yang sangat buas dan membahayakan.
Dalam bahasa Minangkabau juga dikenal dengan pribahasa : “Barundiang siang caliek,caliek,mangecek malam agak-agak”.
Arti pepatah ini adalah berbicaralah dengan penuh hati-hati dan jangan menyinggung orang lain.
Sebuah perkataan yang sudah dikeluarkan sulit untuk ditarik kembali.Dia akan meninggalkan bekas yang sulit untuk dihapus.
Sakitnya lebih pedih dari luka akibat sebuah pisau. Sulit untuk disembuhkan dan akan membekas lama. Maka,jagalah kata-kata yang akan dikeluarkan,jangan sampai melukai seseorang.
Pribahasa mulutmu harimaumu bermakna, jika tidak mencerna apa yang akan dikatakan,bisa menjadi bumerang untuk diri sendiri.
Pepatah tersebut sangat baik,bila dicerna dengan baik pula,sehingga sangat berguna bagi kehidupan dalam berintegrasi dengan masyarakat sekitar kita.
Ucapan yang keluar dari mulut itu akan menjadi ukuran kualitas,moralitas,intelektualitas dan integritas penuturnya.
Bermula dari penilaian ucapan,dari sana kepercayaan akan diberikan.Dari sana pula kekecewaan dan ketidakpercayaan akan dialamatkan.
Bahaya mulut seringkali diungkapkan dengan “Lidah bagaikan pisau”.Pisau adalah benda yang sangat menakutkan,karena pisau dapat membahayakan seseorang.
Begitu pula lidah diibaratkan pisau karena ada persamaan keduanya sangat tajam dan membahayakan.
Menutup tulisan ini mari petik pesan Rasulullah SAW dalam sebuah hadist “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat,hendaklah ia berbicara dengan yang terbaik atau berdiam diri.”.[Red]
Tidak ada komentar