Mandat Syariat Harus Kita Sukseskan, Ketua IGI Aceh Utara Sambut Baik Program Uji Baca Al-Qur’an

Admin
11 Nov 2025 20:22
Daerah News 0 22
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID – Program “Perang Buta Baca Al-Qur’an di Sekolah” yang digagas oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin SPd MSP, mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Aceh Utara.

Kebijakan yang mewajibkan uji baca Al-Qur’an bagi seluruh siswa SMA dan SMK di Aceh ini dinilai sebagai langkah berani dan strategis dalam memperkuat pelaksanaan Syariat Islam di dunia pendidikan.

Hal itu disampaikan oleh, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Aceh Utara, Qusthalani MPd kepada media ini, Selasa (11/11) menyebutkan, kebijakan tersebut sebagai momentum penting untuk memastikan generasi muda Aceh memiliki dasar keagamaan yang kuat sebelum melangkah ke jenjang pendidikan tinggi maupun dunia kerja.

“Kami dari IGI Kabupaten Aceh Utara menyambut gembira langkah gercep (gerak cepat) dari Plt Kadisdik Aceh, Murtalamuddin. Kebijakan ini adalah mandat syariat yang harus kita sukseskan bersama,” ujar Qusthalani.

Menurutnya, fenomena buta aksara Al-Qur’an di kalangan pelajar merupakan persoalan mendesak yang membutuhkan intervensi kebijakan konkret.

Ia menegaskan, uji baca Al-Qur’an bukan sekadar tes administratif, tetapi menjadi instrumen pemetaan kemampuan siswa untuk merancang program pembinaan yang lebih tepat sasaran.

Qusthalani menekankan, pentingnya peran guru terutama anggota IGI, dalam menyukseskan pelaksanaan program tersebut.

Lebih lanjut Qusthalani menuturkan, guru agama, wali kelas, hingga kepala sekolah perlu bersinergi aktif untuk membina kemampuan baca Al-Qur’an peserta didik.

“Uji baca Al-Qur’an ini akan memicu semangat baru di sekolah. Bagi siswa yang masih lemah dalam membaca Al-Qur’an, sekolah wajib menyediakan program tahsin dan tahfizh yang berkesinambungan,” tandasnya.

Ia juga berharap, kebijakan ini diikuti dengan dukungan nyata dari pemerintah dalam bentuk pelatihan guru serta penyediaan fasilitas pembelajaran Al-Qur’an di setiap satuan pendidikan.

“Keberhasilan program ini akan menjadi indikator sejauh mana pendidikan Aceh berkontribusi dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak Qur’ani,” imbuh Qusthalani.

Ditambahkannya, program uji baca Al-Qur’an ini direncanakan akan diterapkan secara bertahap di seluruh SMA dan SMK di Aceh mulai tahun ajaran mendatang sebagai bagian dari penguatan karakter dan penerapan nilai-nilai Syariat Islam di lingkungan pendidikan.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x