HIPPMAT Krisis Jati Diri, Safrul: Revitalisasi atau Mati

Redaksi
21 Des 2025 08:38
Daerah News 0 174
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — HIPPMAT bukan sekedar nama. ia adalah ruang tempat ikatan kekeluargaan dirajut, ide-ide segar dikompromikan dan menjadi tujuan pulang pelajar dan pemuda Tapaktuan diperantauan.

Namun hari ini, nama itu terjebak dilorong sunyi. Peran pemimpin yang seharusnya menjadi motor penggerak, kini seolah kehabisan bahan bakarnya di tengah jalan.

Saat pemimpin kehilangan taringnya, yang tersisa hanyalah struktur tanpa substansi. Ini berdampak pada posisi tawar HIPPMAT di mata publik kian merosot. HIPPMAT yang seharusnya menjadi simpul persatuan, kini hanya tersisa nama di sorotan media.

“HIPPMAT tidak butuh sekadar nama di struktur kepengurusan, yang dibutuhkan tangan-tangan yang mau bekerja dan hati yang peduli pada nasib sesama diperantauan. Sebuah organisasi mati bukan karena tidak adanya orang di dalamnya, tapi karena tidak adanya jiwa dan pergerakan dari mereka yang dipercaya memimpin.” ucap Safrul selaku Mahasiswa asal Tapaktuan, Minggu (21/12).

Sikap absen HIPPMAT sebagai naungan kepemudaan hari ini, justru menunjukkan ketidaksiapan pemimpin dalam menjalankan estafet yang diembannya. Seiring berjalannya waktu, HIPPMAT yang sedang dalam krisis eksistensi akan terancam mati suri.

“Ini bukan vonis mati, melainkan alarm peringatan. Ini adalah panggilan nurani untuk menata ulang visi misi, kesampingkan dulu ego, sekarang sudah saatnya nyalakan kembali api yang sempat redup itu”. tegas Safrul.

Safrul menilai hari ini HIPPMAT sedang mengalami krisis integritas struktural. Visi misi yang sudah dikumandangkan seolah hanya pemanis cerita. Disorientasi program kerja ini menjadi bukti kegagapan pemimpin dalam menjawab poin poin misi yang telah ditetapkan.

Ditengah potret tentang stagnansi HIPPMAT yang kehilangan wibawa dan daya geraknya. Perlu adanya revitalisasi untuk mendongkrak revolusi internal HIPPMAT supaya kembali ke khittah pendiriannya.

Safrul menegaskan bahwa sekarang dibutuhkan evaluasi besar besaran ditengah tubuh HIPPMAT, HIPPMAT butuh nahkoda baru yang mampu menjawab isu isu krusial ditengah pemuda dan pelajar Tapaktuan di perantauan.

“Menjadi seorang pemimpin itu bukan hanya sebatas jabatan formalitas, jika merasa tidak mampu menghadirkan dampak kebermanfaatan nyata, lebih baik tanggalkan. Berikan pada mereka yang benar benar layak dan bisa” tutup Safrul.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x