
ASPIRATIF.ID – Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam UIN Ar-Raniry, Prof Dr H Tgk Syahbudin Gade MAg menyampaikan tausyiah sekaligus memimpin baca yassinan di SMA Negeri 9 Banda Aceh, Jum’at (27/2/2026).
Kegiatan itu dalam rangka mengisi pembelajaran di sekolah dengan melaksanakan Dinul Islam pada bulan Ramadhan 1447 H.
Kepala SMA Negero 9 Banda Aceh, Zulfikar SE MSi mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai ke-Islaman di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Zulfikar menegaskan, bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus membentuk akhlak dan kepribadian peserta didik.
Menurut Ketua MKKS SMA Kota Banda Aceh ini, ilmu pengetahuan tanpa fondasi moral yang kokoh tidak akan memberikan manfaat yang utuh bagi kehidupan siswa di masa depan.
“Ilmu tanpa karakter yang kuat akan kehilangan arah. Karena itu, pembinaan akhlak menjadi prioritas utama di samping prestasi akademik,” ujar Ketua PGRI Kota Banda Aceh ini.
Prof Syahbudin dalam tausyiahnya menyampaikan, salah satu rukun iman adalah beriman kepada al-Qur’an. Beriman kepada Al-Qur’an tidak cukup hanya pengakuan lisan dan hati saja, tetapi harus diaktualisasikan secara nyata dalam bentuk perilaku.
“Akatualiasi beriman dalam bentuk perilaku, sekurang-kurangnya tercermin dalam tiga aspek,” kata Prof Syahbudin.
Dijelaskannya, tiga aspek itu yakni, petama, baca Al-Qur’an. Seorang muslim atau muslimah harus berusaha agar mampu membaca al-Qur’an secara benar.
Kedua tuturnya, berusaha memahami makna Al-Qur’an. Membaca saja belum cukup, sebab Al-Qur’an mengandung pesan-pesan bagi kehidupan manusia dan di akhirat kelak.
Katanya, meskipun membaca saja sudah mendapatkan pahala yang berlimpah, tapi itu sekali lagi belum cukup.
“Semua muslim diharapkan mampu memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an sehingga dapat ditemukan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya,” ungkap Prof Syahbudin.
Ia menyampaikan, patut kita bersyukur sekarang sudah ada Al-Qur’an terjemahan dalam berbagai bahasa dunia. Itu pun sebenarnya belum cukup, karena al-Qur’an diturunkan Allah dalam Bahasa Arab di mana Bahasa Arab memiliki kandungan makna yang luas.
Terakir disebutkannya, mengamalkan isinya. Kemampuan baca dan paham makna itupun belum cukup. Semua umat Islam ujarnya, diharapkan mampu mengamalkan isi Al-Qur’an dengan sebaik-baiknya, paling tidak sesuai dengan kemampuannya.
Warga sekolah SMA Negeri 9 Banda Aceh mengikuti tausyiah yang sisampaikan oleh prof Syahbudin dengan serius dan tekun apalagi diikuti ratusan peserta didik dari sekolah setempat.[]
Tidak ada komentar