Dr. Hifjir : Penggiringan Opini Terhadap Bupati Aceh Selatan Hanya Didasarkan Kebencian

Redaksi
3 Jan 2026 16:09
Daerah News 0 1213
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID  – Akademisi asal Aceh Selatan, Dr. Hifjir, menyoroti maraknya penggiringan opini negatif yang diarahkan kepada Bupati Aceh Selatan akhir-akhir ini.

Menurutnya, narasi yang berkembang saat ini sudah keluar dari koridor kritik konstruktif dan cenderung mengarah pada upaya pembunuhan karakter yang tidak sehat.

​Dr. Hifjir menegaskan bahwa tudingan yang dilontarkan oleh sejumlah narasumber di ruang publik terkesan memiliki motif politik kepentingan elit.

banner 350x350

Ia melihat ada upaya sistematis untuk menjatuhkan kredibilitas pemimpin yang dipilih oleh mayoritas rakyat Aceh Selatan melalui proses demokrasi yang sah.

Kritik Berbasis Kebencian, Bukan Data

​Dalam keterangannya, Dr. Hifjir menilai narasi yang dilemparkan ke publik tidak menggunakan argumentasi berdasarkan fakta empiris yang objektif.

​”Narasi yang muncul belakangan ini bukan kritik yang sehat, melainkan ‘pepesan kosong’ yang didasarkan pada diksi kebencian untuk menjatuhkan lawan politik ,” jelas Dr. Hifjir Sabtu (03/01/2026).

​Lebih lanjut, Hifjir menambahkan, bahwa kritik yang tidak berbasis fakta bukan hanya menyesatkan opini publik, tetapi juga merugikan masyarakat luas.

Ia meyakini fenomena ini berpotensi merusak tatanan demokrasi lokal, mengingat sosok Bupati Mirwan lahir dari pilihan langsung rakyat.

“Perbedaan sikap politik itu wajar dalam demokrasi. Namun, ketika kebencian dan motif politik dijadikan dasar utama membangun opini, maka yang lahir bukan kontrol kekuasaan, melainkan provokasi yang melukai nurani rakyat,” tegasnya.

Ajakan untuk Tabayun dan Proporsional

​Sebagai akademisi, ia mengingatkan bahwa pejabat publik memang wajib menerima kritik atas setiap kebijakan atau kekhilafan yang dilakukan. Namun, ia menekankan agar kritik tersebut disampaikan secara proporsional, melalui proses tabayun (klarifikasi), jujur, serta bertanggung jawab.

​Mengenai isu keberangkatan umrah Bupati Mirwan yang dipersoalkan, Hifjir menyayangkan jika hal tersebut “ditunggangi” menjadi agenda politik untuk menjatuhkan lawan secara tidak adil.

​” Jangan sampai aspirasi rakyat dikorbankan demi tudingan yang dibesar-besarkan. Opini yang memecah belah hanya akan menghambat kinerja pemerintahan yang baru dalam upaya menyejahterakan masyarakat,”lanjut putra asli Aceh Selatan ini.

Desakan Menghentikan Provokasi

​Menutup pernyataannya, Dr. Hifjir mendesak semua pihak, terutama para pengamat dan elit politik, untuk menghentikan praktik penggiringan opini yang manipulatif.

​Ia mengajak masyarakat dan para elit untuk menilai kinerja Bupati Aceh Selatan secara rasional. Mengingat masa jabatan yang belum genap setahun, sudah sepatutnya penilaian dilakukan berdasarkan capaian kebijakan dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat, bukan atas dasar sentimen pribadi.

​”Mari kita hentikan segala upaya menciptakan provokasi berlebihan di ruang publik. Mari kita kawal pembangunan ini dengan cara-cara yang objektif dan fair,”tutup Dr. Hifjir.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x