Desa ​Lhok Makmur Kecamatan Simeulue Barat Ukir Sejarah Paska Pilkades 2025

Redaksi
27 Des 2025 20:33
Daerah News 0 175
3 menit membaca

ASPIRATIF.ID – Desa Lhok Makmur Kecamanatan Simeulue Barat Kabupaten Simeulue, mengukir sejarah baru usai dilaksanakannya pemilihan kepala desa secara serentak, 20 Desember 2025 lalu secara demokrasi.

Harmoni di balik kemenangan Roni Amin dalam pesta demokrasi di desa tersebut. Desa ini muncul sebagai mercusuar keteladanan bagi daerah lain.

Bukan sekadar tentang siapa yang menang, melainkan tentang bagaimana kemenangan itu diraih dengan tangan terbuka dan hati yang lapang.

Menurut toko​h muda Desa Lhok Makmur, Teuku Umarjaya SPd Gr kepada media ini, Sabtu (27/12/2025) mengatakan, sebuah keteladanan dari panggung kampanye yang​berbeda dengan kontestasi politik pada umumnya kerap diwarnai gesekan, namun pilkades di desa ini menyuguhkan pemandangan yang menyejukkan.

Katanya, selama masa kampanye, dua putra terbaik desa, Roni Amin (nomor urut 01) dan Akmaludin (nomor urut 02), menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang beradab.

​Menurut pengamat sosial kemasyarakatan ini, suasana di Desa Lhok Makmur keharmonisan ini bukan terjadi secara kebetulan.

​”Kami menyaksikan sebuah anomali yang indah, saat tim Roni Amin berkampanye, mereka mengundang perwakilan tim Akmaludin untuk hadir, begitu pula sebaliknya,” ujar Teuku Umarjaya kerap dipanggil Ujay.

Dijelaskannya, tidak ada caci maki, yang ada hanyalah adu gagasan demi kemajuan Lhok Makmur. Ini adalah bentuk kedewasaan politik yang luar biasa,

Ia menuturkan, puncak demokrasi yang teduh pada hari tu, langit Lhok Makmur tampak cerah, seolah merestui niat baik para warganya. Antusiasme masyarakat di tempat pemungutan suara (TPS) tidak dibarengi dengan ketegangan, senyum sapa antar pendukung kedua kubu tetap terjaga.

​Diungkapkannya, hasil penghitungan suara akhirnya menetapkan Roni Amin (01) sebagai pemenang dengan perolehan suara yang sah. Namun, momen yang paling menggetarkan hati warga adalah ketika Akmaludin (02) dengan besar hati memberikan ucapan selamat.

“Akmaluddin menegaskan, bahwa kemenangan Roni Amin adalah kemenangan seluruh rakyat Lhok Makmur,” ucap Ujay.

​Ia menuturkan, masing-masing kandidat melepaskan atribut perjuangan tepat satu minggu setelah hari pencoblosan, suasana haru kembali menyelimuti desa tersebut.

“Bertempat di Dusun Balubuk tepatnya di Pelabuhan Tanggul Jembatan Perahu Desa Lhok Makmur, Kecamatan Simeulue Barat, digelar acara syukurura nikmat kemenangan sekaligus agenda resmi pembubaran tim pemenangan,” ungkap Ujay.

Diutarakannya, ​acara ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan simbol bahwa “perang” telah usai dan “kerja besar” membangun desa segera dimulai.

Ujay menyampaikan, seluruh tim yang selama ini bekerja keras melepaskan atribut kelompok mereka untuk kembali menjadi warga desa yang bersatu.

​Ia menegaskan, bahwa persatuan ini adalah modal utama pembangunan. Kemenangan saudara Roni Amin adalah amanah yang berat, namun akan terasa ringan jika dipikul bersama.

Dikatakannya, hari ini tim resmi dibubarkan secara administratif, namun semangat gotong-royong kita justru harus diperkuat.

“Pesannya, tidak ada lagi kubu 01 atau 02, yang ada adalah keluarga besar Desa Lhok Makmur,” pinta Ujay.

Kepala Desa Lhok Makmur terpilih, Roni Amin ​dalam sambutannya menyatakan, visi baru menuju desa yang gemilang, bahwa keberhasilan ini bukan karena kehebatan pribadinya, melainkan karena do’a dan restu dari seluruh elemen masyarakat.

Ia berjanji, akan merangkul semua pihak termasuk pihak Akmaludin untuk bersama-sama membangun Desa Lhok Makmur.

​”Rumah saya selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin memberikan saran dan kritik demi kebaikan desa kita. Mari kita tutup buku kompetisi, dan kita buka lembaran baru kolaborasi,” ucap Roni Amin dengan mata berkaca-kaca.

Ditambahkannya, sebagai​catatan penutup, warisan untuk generasi mendatang apa yang terjadi di Lhok Makmur selama Desember 2025 ini akan menjadi cerita yang ditutunkan secara turun-temurun.

‘Bahwa pernah ada sebuah masa di mana politik tidak memisahkan saudara, dan ambisi tidak mengalahkan etika,” ungkap Roni Amin.

Ia menyampaikan, ​melalui tangan dingin para tokoh muda, seperti Teuku Umarjaya dan kearifan para kandidatnya, Lhok Makmur telah berhasil membuktikan bahwa demokrasi adalah alat untuk menyatukan, bukan memecah belah.

Kini kata Roni Amin, di bawah kepemimpinanya, harapan baru telah ditabur. Masyarakat menanti dengan optimisme, menatap masa depan desa yang lebih makmur, sejuk, dan bermartabat.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x