MALAM itu Makkah terasa sempit dari biasanya.Langit tetap sama,Ka’bah tetap berdiri.Namun,bagi Rasulullah,kota kelahirannya telah menutup pintu dengan rapat. Bukan hanya..
Madinah malam itu tidak tidur. Angin dingin menyusup diantara parit-parit yang baru digali,membawa bau tanah basah,keringat dan ketakutan. Di kejauhan,ribuan..
Hari itu Madinah tidak seperti biasanya. Langit tetap biru,matahari tetap terbit.Namun,bagi Umar bin Khatab,dunia telah runtuh seluruhnya. Kabar itu beredar..
Malam itu,Makkah tenggelam dalam sunyi.Tidak ada sorak.Tidak ada tanda-tanda keajaiban.Namun,disebuah rumah sederhana,Allah sedang mempersiapkan peristiwa yang tak pernah dialami manusia..