
ASPIRATIF .ID – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menerima kehadiran Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan Siklon Tropis Senyar Universitas Syiah Kuala, 14/01/2026 di Kantor Bupati setempat.
Penyerahan secara simbolis mahasiswa KKN tersebut dilakukan oleh Koordinator Lokasi (KOSI) atas nama P3KKN USK, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muslim, M.InfoTech dan Deni Yanuar, S.IP., M. Ikom, serta P3KKN, Turisna, SE kepada Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Aceh Tamiang, Muslizar, S.Pd., MM.
Menurut Yasar, USK menempatkan sekitar 59 orang mahasiswa di enam desa terdampak di kecamatan Aceh Tamiang, yaitu Kampung Dalam, BTN Graha, Alur Bamban, Kota Lintang, Rantau Pauh dan Bundar.
“Kegiatan mahasiswa KKN USK di lokasi terdampak bencana tersebut selain gotong royong untuk membantu warga dalam membersihkan rumah, sekolah dan fasilitas umum lainnya, juga melakukan kegiatan penguatan resiliensi psikososial masyarakat seperti trauma healing dan pendampingan kesehatan”, ungkap Yasar.
Menurut Dosen Teknik Pertanian itu, pelaksanaan KKN Tematik Kebencanaan tersebut akan berlangsung selama 15 hari sejak mahasiswa diberangkatkan.
Asisten 1 Aceh Tamiang, Muslizar, S.Pd., MM. Menyambut baik kedatangan mahasiswa di enam desa terdampak tersebut. “Tentu kehadiran mahasiswa akan sangat membantu upaya pemerintah dalam pemulihan paska bencana di kabupaten kami”, ujarnya.
Pihaknya juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Rektor USK, Ketua LPPM, dan Ketua P3KKN USK atas berkenannya dalam mengerahkan mahasiswa KKN ke beberapa lokasi terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang.
Muslizar juga mengingatkan mahasiswa yang melaksanakan darma bakti di daerahnya agar senantiasa waspada, mengingat banyak kemungkinan dampak paska bencana yang terjadi, seperti jangkitan penyakit, juga kemungkinan terjadinya banjir susulan. Muslizar juga memohon pengertian atas kelemahan pihaknya dalam melayani atau menfasilitasi kegiatan mengingat keterbatasan yang dimiliki.
“Maklum kita sendiri juga sedang berjibaku dalam mengatasi keadaan. Semoga saja Aceh Tamiang segera pulih”, ungkapnya. []
Tidak ada komentar