Empat Hari Jalan Kaki, Cara Wali Kota Sibolga Bertahan Hidup Usai Longsor

Admin
29 Nov 2025 06:40
Daerah News 0 25
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID — Wali Kota Sibolga, Ahmad Syukri, akhirnya ditemukan selamat pada Kamis (28/11/2025) setelah hilang kontak tiga hari. Ia bertahan dengan berjalan kaki selama empat hari di jalur yang tertutup longsor sejak Senin (24/11/2025).

Kabar keselamatan Syukri disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto. Ia mengatakan sudah berbicara langsung dengan Syukri melalui sambungan telepon.

“Kebetulan tadi sudah langsung berkomunikasi dengan Wali Kota Sibolga, tadi pada saat berkomunikasi dia kan masih muda jadi kelihatannya capek tapi mukanya seger,” ujar Suharyanto dalam siaran pers di Tapanuli Utara, Kamis (28/11/2025).

Suharyanto membeberkan bahwa Syukri harus menempuh perjalanan ekstrem untuk keluar dari lokasi terdampak. Longsor besar yang memutus jalur Sibolga–Tarutung membuat rombongan tidak bisa bergerak selama berhari-hari.

“Beliau ngomong ke saya jalan kaki empat hari, karena kebetulan beliau terjebak di rute longsoran yang saya katakan antara Sibolga dengan Tarutung, Tapanuli Utara yang sekarang sudah dibuka dan besok sudah ditembus,” ujarnya.

Menurut Suharyanto, kondisi Syukri sehat dan diperkirakan dapat meninjau Sibolga pada Sabtu (29/11/2025). Kota tersebut sebelumnya dilaporkan terdampak banjir dan longsor.

“Beliau alhamdulilah tidak ada masalah, sehat wal afiat besok rencana kami ketemu untuk melihat Sibolga, kan berita awal Sibolga parah, ternyata setelah kita sampai di sini, Sibolga justru tidak terlalu parah justru yang parah Tapanuli Tengah,” ucapnya.

Sebelumnya, hilangnya kontak Syukri disampaikan Ketua NasDem Sumut, Iskandar ST. Ia menegaskan bahwa putusnya komunikasi terjadi secara luas di beberapa wilayah terdampak bencana.

“Memang belum bisa dihubungi (dia) tapi bukan dia saja, semua kader NasDem di sana ngak bisa dihubungi,” ujar Iskandar kepada Kompas.com, Kamis (27/11/2025) malam.

Iskandar menyebut jaringan telekomunikasi tidak berfungsi total sehingga informasi sulit masuk maupun keluar.

“Gak ada komunikasi (di sana) putus semua, nggak ada yang bisa dihubungi memang, bukan Wali Kota saja yang putus komunikasinya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut turut menghambat pendistribusian bantuan.

“Besok kami mau cari jalan, karena jalan putus semua ini lagi cari kayak mana caranya, kita mau beri bantuan tidak tahu teknisnya, banyak jalan putus, ini lagi cari komunikasi, mau jalan. Tapi semua gak bisa dihubungi komunikasi putus,” tutupnya.[]

Sumber: KOMPAS.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x