Pastikan Dapur Aman dan Sehat, Yayasan Ruang Kito Basamo Gelar Pelatihan Penjamah Makanan SPPG di Aceh Selatan

Admin
18 Okt 2025 23:27
Daerah News 0 32
4 menit membaca

ASPIRATIF.ID -– Dalam upaya mendukung suksesnya Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Yayasan Ruang Kito Basamo (RKB) menggelar Pelatihan Penjamah Makanan bagi seluruh karyawan dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungannya. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 18 Oktober 2025, di Aula Dinas Kesehatan dan Aula Dinas Perpustakaan Kabupaten Aceh Selatan, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Pelatihan tersebut merupakan langkah konkret Yayasan RKB dalam menjaga mutu, kebersihan, serta keamanan pangan di setiap dapur penyelenggara Program MBG di Aceh Selatan.

Agenda ini menindaklanjuti surat dari Badan Gizi Nasional Nomor 12/05/01/SB.12/09/2025 tertanggal 25 September 2025 tentang pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG, serta surat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan Nomor 441/1249/X/2025 tertanggal 14 Oktober 2025 mengenai pelaksanaan pelatihan penjamah makanan.

Dalam surat resmi Nomor 18/RKB/SPPG/X/2025 bertanggal 16 Oktober 2025, pihak Yayasan RKB juga meminta setiap mitra atau perwakilan yayasan untuk mengirimkan minimal 50 persen dari total karyawan atau relawan SPPG agar mengikuti kegiatan tersebut. Langkah ini menjadi bentuk komitmen yayasan dalam memastikan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar nasional dan berorientasi pada kesehatan penerima manfaat.

Ketua Umum Yayasan Ruang Kito Basamo, Andika Saputra, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab moral yayasan untuk memastikan seluruh tenaga SPPG memahami prinsip dasar kebersihan dan sanitasi makanan.

“Kami ingin setiap petugas dapur MBG yang terlibat di bawah naungan Yayasan Ruang Kito Basamo, bekerja secara profesional dan memahami standar kebersihan. Ini bukan hanya soal memasak, tapi tentang memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak benar-benar aman dan bergizi,” ujarnya.

Andika menambahkan, pihaknya berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh Selatan dan memastikan semua dapur SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bukti dapur yang layak dan aman dioperasikan.

“SLHS adalah bukti bahwa dapur kita bersih dan memenuhi standar. Kami tidak ingin ada dapur SPPG yang beroperasi tanpa kelengkapan ini,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh yayasan mitra dan pengelola SPPG di Aceh Selatan untuk mengikuti langkah serupa agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai petunjuk teknis nasional dan fokus pada peningkatan mutu pelayanan.

Sementara itu, Fitri Rahmadani, dari seksi Kesehatan Lingkungan (Kesling) Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Selatan, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari proses sertifikasi dapur SPPG yang wajib memenuhi standar laik higiene sanitasi. “SLHS adalah syarat mutlak bagi dapur penyelenggara Program Makanan Bergizi Gratis. Sertifikat ini memastikan semua proses penyimpanan, pengolahan, dan penyajian makanan memenuhi prinsip keamanan pangan,” jelas Fitri.

Ia menambahkan, selama pelatihan para peserta dibekali pengetahuan dasar tentang higiene personal, penyimpanan bahan makanan, hingga pencegahan kontaminasi silang dalam proses memasak.

“Kami berharap seluruh karyawan dan relawan SPPG dapat menerapkan apa yang mereka pelajari, karena ini menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak penerima manfaat,” ucapnya.

Fitri juga menegaskan, pelatihan ini diharapkan dapat membentuk kedisiplinan para karyawan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang benar, mulai dari penanganan pangan mentah hingga pangan siap saji, agar mutu dan keamanan makanan tetap terjaga.

Pelatihan penjamah makanan ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain untuk menjamin kebersihan dan keamanan pangan, meningkatkan kompetensi tenaga dapur, serta mendukung proses sertifikasi SLHS agar setiap dapur MBG layak operasional. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun profesionalisme para penjamah makanan sehingga mereka tidak hanya memasak, tetapi benar-benar memahami tanggung jawab menjaga kualitas gizi dan kesehatan anak-anak penerima manfaat.

Langkah tersebut sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa Program Makanan Bergizi Gratis merupakan strategi besar negara dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.

“Tidak boleh ada anak Indonesia yang kelaparan atau kekurangan gizi. Negara harus hadir memberi makan yang bergizi dan sehat untuk masa depan bangsa,” ujar Prabowo dalam salah satu pernyataannya saat peluncuran program MBG.

Semangat tersebut kini menjadi motivasi bagi seluruh pelaksana program di daerah, termasuk Yayasan Ruang Kito Basamo dan Dinas Kesehatan Aceh Selatan, untuk memastikan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis berjalan tepat sasaran, berkualitas, serta berlandaskan prinsip kebersihan dan tanggung jawab sosial.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x