USK Berdayakan Masyarakat Gampong Reudeup Olah Limbah Ikan dan Sayuran Menjadi Pakan Ternak Ayam

3 menit membaca View : 5
Redaksi
Daerah, News - 18 Sep 2026

ASPIRATIF – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui tim dosen lintas disiplin melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Gampong Reudeup dengan memanfaatkan limbah ikan dan sayuran sebagai bahan baku pakan ternak ayam.

Program bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Gampong Reudeup melalui Teknologi Tepat Guna Pengolahan Limbah Ikan dan Sayuran menjadi Pakan Ternak Ayam Produktif” ini didukung melalui sumber pendanaan PTNBH Universitas Syiah Kuala.

Program tersebut dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya kelompok masyarakat yang menjalankan usaha peternakan ayam.

Salah satu kendala utama adalah tingginya ketergantungan terhadap pakan pabrikan yang berdampak langsung terhadap biaya produksi.

Melalui program ini, masyarakat didorong untuk memanfaatkan potensi bahan baku lokal berupa limbah ikan dan sayuran yang selama ini belum optimal dimanfaatkan.

Limbah tersebut diolah melalui teknologi tepat guna menjadi bahan pakan yang dapat digunakan dalam formulasi pakan ayam, baik dalam bentuk pur maupun pelet.

Ketua tim pelaksana, Mujiburrahmad, S.P., M.Si. dari Program Studi Agribisnis USK, mengatakan bahwa pendekatan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada pengurangan biaya pakan, tetapi juga pada pemanfaatan sumber daya lokal dan pengurangan limbah organik.

“Program ini diarahkan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna pakan, tetapi memiliki kemampuan untuk memproduksi sebagian kebutuhan pakannya sendiri dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Untuk mendukung proses produksi, tim USK memperkenalkan dan menyediakan satu paket teknologi tepat guna pengolahan pakan yang terdiri atas mesin penggiling, mesin pencacah, mixer, dan mesin pelet yang dirancang sebagai satu kesatuan proses produksi.

Teknologi tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengolah bahan baku menjadi pakan secara lebih efisien dan berkelanjutan.

Dari aspek sumber daya manusia, masyarakat juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik pengolahan bahan baku, pembuatan pakan, serta dasar-dasar formulasi nutrisi sesuai kebutuhan ternak ayam.

Program menargetkan sedikitnya 80 persen anggota kelompok mampu memproduksi pakan secara mandiri.

Selain menghasilkan pakan untuk kebutuhan internal, pengolahan limbah juga diarahkan untuk menciptakan produk pakan yang memiliki nilai ekonomi.

Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk model usaha yang mengintegrasikan pengelolaan limbah, produksi pakan, dan pengembangan usaha peternakan.

Program juga menargetkan pengurangan limbah organik di lingkungan mitra sedikitnya 50 persen melalui pemanfaatan limbah ikan dan sayuran sebagai bahan baku pakan.

Dari sisi peternakan, penggunaan pakan alternatif yang berkualitas diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak ayam.

Indikator program yang ditetapkan adalah peningkatan produktivitas ternak sedikitnya 20 persen, baik dalam bentuk peningkatan produksi telur maupun hasil produksi ayam sesuai jenis usaha ternak yang dikembangkan oleh mitra.

Program pemberdayaan ini dilaksanakan oleh tim dosen USK yang memiliki keahlian lintas bidang.

Mujiburrahmad, S.P., M.Si. dari Program Studi Agribisnis berperan dalam aspek pemberdayaan masyarakat, kelembagaan, dan pengembangan usaha. Dr. Allaily, S.Pt., M.Si. dari Program Studi Peternakan, khususnya bidang ternak unggas, mendukung aspek formulasi dan teknologi pakan serta produktivitas ternak.

Sementara Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si. dari Program Studi Teknik Pertanian mendukung aspek teknologi tepat guna, dinamika mesin, dan penerapan peralatan pengolahan.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi bagian penting dalam membangun model pemberdayaan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Melalui kegiatan ini, USK berharap Gampong Reudeup dapat mengembangkan model pemanfaatan limbah berbasis ekonomi sirkular, di mana limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat diolah menjadi bahan baku pakan, mengurangi biaya produksi peternakan, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala atas dukungan terhadap pelaksanaan program ini melalui sumber dana PTNBH Universitas Syiah Kuala.

Program tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi USK dalam mendorong penerapan teknologi tepat guna, penguatan ekonomi masyarakat desa, serta pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.[]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *