
ASPIRATIF.ID – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 11 Banda Aceh menggelar Rapat Kerja (Raker) tahunan 2026 di Alfa Momong – Lampuuk, Aceh Besar, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja madrasah secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Kepala MIN 11 Banda Aceh, Bakhtiar MAg kepada media ini, Jum’at (6/2) menyebutkan, Raker ini diikuti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, H Salman SPd MAg dan Kasi Pendidikan Madrasah, Syafruddin SAg MSi, Pengawas Madrasah Dra Irawati, Ketua Komite Madrasah, Dr Daska Aziz SPd MA, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan
Disebutkannya, turut juga unsur diniyah, kegiatan itu berlangsung dalam suasana reflektif, dialogis, dan penuh semangat kolaborasi.
Dalam sambutannya Bakhtiar menegaskan, bahwa Raker bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum konsolidasi dan refleksi bersama untuk memastikan seluruh program madrasah berjalan selaras dengan visi dan misi lembaga.
Ia menekankan, pentingnya kerja kolektif, transparansi pengelolaan anggaran, penguatan budaya mutu, serta peningkatan peran setiap bidang dalam mendukung pembelajaran yang bermakna dan pembentukan karakter peserta didik.
Bakhtiar menjelaskan, terkait dana DIPA MIN 11 Banda Aceh tahun 2026, anggaran ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, transparan, dan akuntabel untuk mendukung program prioritas madrasah.
Termasuk katanya, pendampingan Kegiatan Berbasis Cinta (KBC) serta penguatan pembelajaran Deep Learning yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Bakhtiar menuturkan, Raker dilanjutkan dengan paparan dari Wakil Kepala Madrasah dan para koordinator bidang yakni, Bidang Kurikulum, Adek Elfera Chandrawati MPd, Bidang Kesiswaan, Suriani SPdI, Bidang Humas, Nasri SPdI MPd.
Kemudian paparan juga disampaikan dari Bidang Sarana dan Prasarana, Diniyah, Literasi dan Pustaka, UKM dan Kesehatan, Program Adiwiyata, serta laporan wali kelas.
Ia menyampaikan, seluruh paparan berfokus pada penguatan mutu pembelajaran, pembinaan karakter, dan peningkatan kepercayaan publik terhadap madrasah.
Selanjutnya kata Bakhtiar, salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penyerahan dua buku solo karya guru MIN 11 Banda Aceh oleh Kepala Madrasah kepada Kementerian Agama Kota Banda Aceh.
“Buku tersebut merupakan karya Indra Mardiani MPd sebagai wujud nyata kontribusi guru madrasah dalam pengembangan literasi dan budaya menulis. Penyerahan buku ini menjadi simbol komitmen MIN 11 Banda Aceh dalam menumbuhkan ekosistem literasi yang berkelanjutan,” tandas Bakhtiar.
Harapannya, melalui Raker tahunan ini, MIN 11 Banda Aceh menetapkan berbagai keputusan strategis dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) perbidang yang akan menjadi pedoman pelaksanaan program sepanjang tahun 2026.
Bahkan diucapkannya, kepala madrasah sangat berperan aktif dalam mengawal, mengoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan seluruh program, khususnya tindak lanjut Kegiatan Berbasis Cinta (KBC).
“Kemudian penguatan literasi madrasah serta memastikan setiap program berjalan sesuai perencanaan, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Bakhtiar mengungkapkan, kegiatan ditutup dengan arahan dan do’a dari Pengawas Madrasah, disertai komitmen bersama seluruh warga madrasah untuk terus bergerak maju mewujudkan MIN 11 Banda Aceh sebagai madrasah unggul, humanis, dan membanggakan masyarakat.
Lalu, rangkaian kegiatan diakhiri dengan fun game dan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat kolaborasi.
Sedangkan Ketua Komite Madrasah, Dr Daska Aziz menyampaikan, komitmen komite dalam mendukung kemajuan MIN 11 Banda Aceh.
Daska menegaskan, bahwa komite akan terus bersinergi dengan pihak madrasah dalam pengembangan sarana dan prasarana, penguatan kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan diniyah, serta peningkatan komunikasi dengan orang tua dan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi yang solid merupakan kunci utama dalam membangun madrasah unggul yang dipercaya masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Kota Banda Aceh, Salman menegaskan, bahwa madrasah memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai kemanusiaan dan akhlak di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Guru dan tenaga kependidikan dituntut untuk terus meningkatkan profesionalisme, melakukan evaluasi diri secara berkelanjutan, serta mematuhi regulasi dan petunjuk teknis yang berlaku,” ujar Salman.
Diungkapkannya, penguatan praktik pembelajaran yang empatik, humanis, dan berorientasi pada peserta didik menjadi perhatian utama agar madrasah benar-benar menjadi ruang yang aman, ramah anak, dan bermakna.[]
Tidak ada komentar