8 Bulan Mirwan-Baital : Masih Biasa-biasa Saja

Redaksi
17 Okt 2025 07:14
2 menit membaca

Gedung putih yang terletak di jalan Syech Abdul Rauf Tapaktuan jadi saksi. 17 Februari 2025 lalu, H.Mirwan dan H.Baital Mukadis secara resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan oleh Gubernur Aceh H.Muzakir Manaf.

Saat itu, wajah sumringah tampak dari kedua putra terbaik Aceh Selatan itu. Begitupun, dengan para pendukung yang sangat gembira dan eforia dengan dilantiknya pasangan dengan jargon MANIS tersebut.

H.Mirwan memulai tugas nya dengan melakukan apel perdana sebagai tanda dimulainya pemerintahan dengan tujuan Aceh Selatan Maju dan Produktif. Berbagai gebrakan pun dilakukan, salah satunya dengan menolak pengadaan mobil dinas baru dengan alasan efesiensi anggaran.

Tidak hanya itu, pasangan yang didukung koalisi Partai Nasional (Parnas) ini juga meluncurkan program 100 hari kerja. Sebut saja program Gerakan Gampong Magrib Mengaji, Bajak Sawah Gratis (Basaga), Bantuan Boat Nelayan, BLUD Puskesmas, Rumah Layak Huni,Rumah Singgah dan lainnya.

Harus diakui, memang tidak mudah bagi H.Mirwan dan Baital Mukadis membangun Aceh Selatan di tengah kondisi daerah yang saat ini mengalami defisit anggaran peninggalan pemerintah masa lalu.

Namun, larut dan selalu menyalahkan defisit anggaran bukan juga sebagai solusi yang baik. H.Mirwan jadi Bupati bukan untuk membayar hutang daerah, tapi untuk membangun Aceh Selatan. Meskipun,membangun daerah dengan tumpukan hutang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

H.Mirwan harus siap menghadapi kondisi Aceh Selatan saat ini. Lakukan rekonsiliasi dan konsilidasi dengan para pendukung yang disinyalir mulai terbecah belah. Perbaiki hubungan dengan Wakil Bupati yang kabarnya sudah mulai renggang.

Tengok saja kondisi saat ini, realisasi anggaran masih rendah padahal sudah masuk di penghujung tahun, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum tercapai sebagaimana yang diharapkan.

Tak hanya itu, kondisi birokrasi yang lesu menjadi salah satu sebab lemahnya pemerintahan berjalan. Program kerja yang sudab diluncurkan dalam 100 hari kerja juga belum sepenuhnya dilaksanakan.

8 Delapan memang bukan waktu yang tepat untuk memberikan penilaian kinerja pemerintahan.Namun,jika terus dibiarkan dan tanpa melakukan perbaikan,maka akan menjadi ancaman di masa mendatang.

Mari jadikan HUT Aceh Selatan ke 69, 24 November 2025 mendatang sebagai momentum untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan keputusan yang sudah dilakukan.

Sebagai manusia tentu semua kita memiliki kesalahan dan kesilapan, namun memperbaiki semua kesalahan adalah jalan terbaik untuk menuju kemajuan.[Red]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x