Yayasan Taman Istiqomah Atjeh: Persoalan Air Bersih Hal Mendasar Bagi Korban Banjir

Redaksi
24 Feb 2026 04:44
Daerah News 0 24
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID – Ketua Yayasan Taman Istiqomah Atjeh, Khairul Abrar IH, menyoroti ketersediaan air bersih sebagai salah satu persoalan yang sangat mendasar bagi masyarakat korban banjir bandang di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Khairul Abrar IH dalam rilis yang diterima media ini, Senin (23/2/2026). Ia menyebutkan, sebelumnya Yayasan Taman Istiqomah Atjeh bersama Komunitas Sahabat Peduli Aceh telah meresmikan satu unit sumur bor di Gampong Kuala Ceurape serta lima unit sumur gali di Gampong Alue Bayeu Utang, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.

Dalam rangkaian kegiatan peresmian sumur bor, sumur gali, serta survei lapangan yang dilakukan pada 21–22 Februari 2026 di sejumlah wilayah terdampak, yakni Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, dan Aceh Utara, tim menemukan bahwa persoalan air bersih masih menjadi kebutuhan yang paling utama bagi para korban banjir.

banner 350x350

“Di lapangan kami melihat langsung bahwa akses masyarakat terhadap air bersih masih sangat terbatas. Ini menjadi persoalan yang mendesak karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kelangsungan hidup warga pasca bencana,” ujar Khairul.

Selain persoalan air bersih, Khairul juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai sangat memprihatinkan. Ia menyebutkan, banyak usaha warga hancur total akibat banjir, baik di sektor pertanian, peternakan, maupun tambak-tambak rakyat.

“Kondisi ini membuat banyak keluarga kehilangan sumber penghasilan. Pertanian rusak, ternak mati, dan tambak tidak bisa lagi dimanfaatkan,” jelasnya.

Karena itu, Khairul menegaskan perlunya penanganan yang serius dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memulihkan kehidupan masyarakat terdampak banjir.

Ia mendorong agar pemulihan tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga pada pembangunan dan penguatan usaha-usaha baru di tengah masyarakat.

“Upaya pemulihan ekonomi harus segera dilakukan agar roda ekonomi kembali berputar dan masyarakat dapat bangkit secara mandiri,” pungkasnya.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x