
ASPIRATIF.ID — Komunitas TIQA dari Yayasan Taman Istiqomah Atjeh kembali menunjukkan komitmennya dalam pemulihan korban bencana banjir di Aceh. Untuk keempat kalinya, yayasan ini turun langsung ke lokasi terdampak di wilayah dengan menghadirkan program khusus trauma healing bagi anak-anak sekolah.
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan di Gampong Alue Sane dan Gampong Drin Tujoh, Kecamatan Bandar Dua Pidie Jaya Selasa, 17 Februari 2026.
Dalam rilis yang disampaikan kepada media, Rabu 18 Februari 2026, Ketua Pembina Yayasan, Dewi Antika Bahar, menegaskan bahwa program yang dibawa kali ini tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi lebih difokuskan pada pemulihan psikologis anak-anak pascabencana.
“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan mengalami trauma setelah bencana. Karena itu, kami menghadirkan program trauma healing agar mereka kembali ceria, berani, dan memiliki semangat untuk belajar,” ujar Dewi.
Ia juga menambahkan, keberhasilan dan antusiasme anak-anak dalam kegiatan di Pijai menjadi motivasi besar bagi yayasan untuk memperluas jangkauan program serupa.
“Kami berkomitmen, program trauma healing ini tidak hanya berhenti di Pidie Jaya. Ke depan, Yayasan Taman Istiqomah Atjeh akan melaksanakan program yang sama di kabupaten-kabupaten lain di Aceh yang juga terdampak bencana,” tegas Dewi Antika Bahar.
Selain kegiatan pendampingan psikososial dan permainan edukatif, yayasan turut menyalurkan bantuan berupa paket perlengkapan sekolah yang berisi buku tulis, pulpen, pensil, penggaris, Al-Qur’an, Iqra, jajanan anak-anak, serta pakaian baru untuk anak-anak dan orang dewasa.
Suasana kegiatan berlangsung sangat meriah dan penuh keceriaan. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi permainan, edukasi, dan pendampingan yang dikemas secara komunikatif dan menyenangkan.
Dalam kegiatan tersebut, ikut serta Khairul Abrar IH selaku Ketua Yayasan, bersama Indra Gunawan, serta Aidaswin sebagai staf yayasan. Kegiatan ini juga dihadiri dan mendapat dukungan penuh dari Keuchik Gampong Alue Sane, Muklis.
Pihak yayasan berharap, melalui program trauma healing yang akan terus berlanjut dan diperluas ke kabupaten lain, anak-anak korban bencana di Aceh dapat kembali pulih secara mental, tumbuh lebih percaya diri, serta siap melanjutkan pendidikan dan aktivitas sosial mereka dengan semangat baru.[]
Tidak ada komentar