
ASPIRATIF.ID – Untuk mendukung perwujudan Banda Aceh sebagai Kota Parfum sebagaimana pernah dideklarasikan Walikota Banda Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE beberapa waktu yang lalu, Universitas Syiah Kuala melalui P3KKN akan menggelar kegiatan KKN Reguler XXVIII Tahun 2025 di sejumlah kecamatan yang ditarget menjadi penyangga gagasan kolaboratif Pemko dan USK tersebut.
Ketua P3KKN USK, Zulfitri, M.Biomed, saat pelaksanaan kegiatan pembekalan mahasiswa KKN mengungkapkan bahwa kecamatan tersebut meliputi kecamatan Lueng Bata, Ulee Kareng, Meuraxa, danJaya Baru.
Menurutnya, kegiatan KKN yang akan diselenggarakan pada Desember 2025 – Januari 2026 itu nantinya akan diikuti oleh 219 mahasiswa dari berbagai Fakultas dan Program Studi di USK.
Mewakili Walikota Banda Aceh, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Said Fauzan, S.STP., MA., mengungkapkan bahwa kota Banda Aceh merupakan kota jasa, kota dagang, dan kota pariwisata.
Untuk menggerakkan hal tersebut kota Banda Aceh tidak dapat berdiri-sendiri. Perlu kolaborasi dengan kabupaten/kota dan pihak yang lain.
“Bahkan Banda Aceh dapat menjadi simpul kemajuan bagi daerah lain. Said mencontohkan nilam, untuk pengembangannya tentu Banda Aceh butuh daerah lain terutama dalam penyediaan lahan budidaya. Banda Aceh dibagian hilirisasi dan pemasarannya,” ujar mantan Kadis Pariwisata Kota Banda Aceh itu.
Acara dengan tema “Kolaborasi penguatan UMKM dan BUMG menuju Banda Aceh Kota Parfum” ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Keuangan USK, Prof. Dr. Marwan, S.Si., M.Si.
Dalam sambutannya Marwan berpesan kepada mahasiswa untuk melaksanakan KKN dengan menjunjung tinggi adab dan etika, agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Turut hadir dalam acara pembukaan, Kepala LPPM USK, Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes, Wakil Kepala LPPM Bidang Pengabdian, Dr. Sulastri, M.Si., para Dekan/Wakil Dekan, serta moderator dan narasumber.
Tidak ada komentar