TNA :Jangan Biarkan Konflik Elite Menghancurkan Daerah

Redaksi
10 Jan 2026 21:16
Daerah News 0 252
2 menit membaca

ASPIRATIF.ID  — Tokoh masyarakat Aceh Selatan, Tengku  Nazir Ali atau yang biasa di sapa TNAmenegaskan pentingnya sikap kedewasaan politik dalam menyikapi pemberhentian sementara Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS.

Ia menilai, dinamika politik yang tidak dikelola dengan baik dan berlangsung terlalu lama berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan, memperlambat pembangunan, serta berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Aceh Selatan.

Begitupun,TNA menyebutkan,bahwa perbedaan pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, ketika konflik elite terus dipertontonkan ke ruang publik tanpa kendali, yang menjadi korban adalah stabilitas pemerintahan dan keberlanjutan pembangunan.

“Ini bukan soal kepentingan kelompok atau pertarungan kekuasaan. Ini soal Aceh Selatan. Jangan sampai konflik elite membuat pembangunan tersendat dan pelayanan publik melemah. Rakyat tidak boleh menjadi korban dari tarik-menarik kepentingan politik,” kata TNA, Sabtu (10/1/2026).

Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua DPRK Aceh Selatan menilai, kondisi pemberhentian sementara kepala daerah bukanlah situasi ideal bagi Aceh Selatan yang masih sangat membutuhkan percepatan pembangunan serta dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi. Karena itu, stabilitas politik dan pemerintahan harus dijaga agar program-program strategis tidak terhambat.

Menurut TNA, proses hukum dan mekanisme administrasi pemerintahan harus dihormati sepenuhnya. Namun ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak ditarik menjadi konflik politik berkepanjangan yang justru merusak kepercayaan publik.

“Hukum harus ditegakkan secara objektif, bukan dijadikan alat saling menjatuhkan. Jika semua pihak mampu menahan diri dan berpikir rasional, Aceh Selatan akan tetap aman dan roda pemerintahan bisa berjalan,” ujarnya.

TNA yang kini mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Pariwisata Haji dan Umrah serta pengurus Muhammadiyah Provinsi Aceh, mengimbau masyarakat Aceh Selatan agar tetap menjaga sikap kritis dalam menyikapi perkembangan politik daerah, tanpa terjebak pada provokasi atau narasi yang dapat memperuncing keadaan.

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam melakukan pengawasan yang sehat dan bertanggung jawab, sehingga roda pemerintahan dapat terus berjalan dan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

“Aceh Selatan tidak boleh hancur karena perang dinamika politik yang berkepanjangan. Yang dibutuhkan rakyat adalah kepastian, stabilitas, dan kerja nyata, bukan kegaduhan politik,” pungkas mantan Jubir pasangan IDAMAN itu.[]

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x