
ASPIRATIF .ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Peduli Bencana LPPM Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memberikan edukasi mitigasi bencana kepada para murid Sekolah Dasar (SD) terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang beberapa hari lalu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program bertajuk Sekolah Sehat dan Aman “Penguatan Kesehatan, Kebugaran, Keselamatan Murid Pasca Bencana di Aceh.”
Ketua Tim PKM Peduli Bencana, Dr Aghus Sifaq SOr MPd kepada media ini, Selasa (10/2/2026) mengatakan, edukasi mitigasi bencana ini diikuti oleh 100 murid SD dan dilaksanakan di SD Negeri Sidodadi Kabupaten Aceh Tamiang.
Katanya, kegiatan berlangsung di halaman sekolah dan tenda darurat yang difungsikan sebagai ruang belajar sementara pascabencana banjir.
Dr Aghus menyebutkan, tim ini beranggotakan, Shery Iris Zalillah SPd MKes dan Dessy Rindiyanti Harista SKep Ns MKep.
Ia menjelaskan, pendekatan berbasis permainan dipilih agar materi mitigasi bencana mudah dipahami oleh siswa.
“Kegiatan diawali dengan bernyanyi bersama untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan,” ujarnya.
Setelah itu ujar Dr Aghus, siswa diajak mengikuti berbagai permainan interaktif, seperti tebak gaya dan aktivitas kelompok sederhana, yang disisipkan pesan-pesan kesiapsiagaan bencana.
Lebih lanjut dituturkannya, dalam rangkaian permainan tersebut, murid dibekali pemahaman dasar mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan saat terjadi banjir, mulai dari menjaga keselamatan diri hingga mengikuti arahan orang dewasa.
Selain itu Dr Aghus mengungkapkan, murid juga diajak mengikuti simulasi menyiapkan tas siaga bencana. Murid diperkenalkan pada barang-barang penting yang perlu dibawa dalam kondisi darurat, seperti dokumen pribadi, air minum, makanan siap saji, pakaian ganti, peluit, senter, dan kebutuhan penting lainnya.
Dikatakamnya, selama kegiatan berlangsung, murid tampak antusias dan bersemangat mengikuti setiap rangkaian permainan dan simulasi yang diberikan.
“Interaksi aktif terlihat dari partisipasi siswa dalam menjawab pertanyaan, mengikuti arahan, serta kerja sama antarsiswa dalam setiap aktivitas yang dilakukan,” tandasnya.
Dr Aghus berharapa, melalui kegiatan ini, murid dapat memiliki pemahaman awal tentang mitigasi bencana dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih siap dan waspada dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan sekitarnya.[]
Tidak ada komentar