
ASPIRATIF.ID – Di tengah pemulihan wilayah terdampak bencana, sekolah tidak hanya dituntut untuk melanjutkan proses belajar mengajar, tetapi juga memastikan kompetensi dasar murid tetap berkembang secara optimal.
Menurut Ketua Tim PKM ini Farida Istianah MPd kepada media ini, Minggu (22/2/2026) menyampaikan, salah satu kompetensi yang krusial untuk diperkuat adalah numerasi.
Katanya, karena kemampuan ini berkaitan langsung dengan kecakapan siswa dalam memahami data, mengelola informasi kuantitatif, serta mengambil keputusan dalam berbagai situasi.
Oleh karena itu ungkapnya, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Peduli Bencana LPPM Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali melaksanakan kegiatan bertajuk “Pendampingan Strategi Inovatif Numerasi Esensial Berbasis Konteks Nyata Satuan Pendidikan Dasar di Wilayah Terdampak Bencana.”
Farida menyebutkan, kegiatan ini bertempat di SD Negeei 2 Percontohan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, dan diikuti oleh 30 guru dari berbagai sekolah di wilayah tersebut beberapa hari lalu.
Disebutkannya, kegiatan ini turut didampingi oleh, Dr Ika Rahmawati SSi MPd dan Dr Fiena Saadatul Ummah MPd.
“Tujuan kegiatan inimadalah agar para guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual tentang numerasi, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam merancang pembelajaran yang relevan dengan kondisi kehidupan siswa di daerah terdampak bencana,” ujar Farida.
Ia menjelaskan, pada sesi pertama dilakukan pemaparan materi oleh Farida Istianah MPd yang membahas konsep numerasi serta strategi inovatif penerapannya berbasis konteks nyata.
Dalam sesi ini ungkapnya, peserta diajak memahami bahwa numerasi bukan sekadar berhitung, melainkan kemampuan menggunakan konsep matematika untuk memecahkan persoalan sehari-hari, termasuk dalam situasi darurat.
Selanjutnya, peserta kemudian diberikan beberapa contoh soal untuk diidentifikasi apakah termasuk numerasi atau bukan.
“Diskusi ini membantu guru memahami karakteristik soal numerasi yang menekankan pada penalaran,” kata Farida.
Dikatakannya, kegiatan juga diselingi dengan ice breaking berbasis numerasi yang dapat diterapkan kepada siswa agar pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.
Farida menuturkan, pada sesi akhir, para guru dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) numerasi berbasis konteks nyata.
Lalu hasil rancangan LKPD kemudian dipresentasikan dan didiskusikan bersama sebagai bentuk refleksi serta penguatan praktik baik.
Ia menambahkan,.dengan adanya kegiatan ini, Tim PKM UNESA berharap para guru mampu mengimplementasikan strategi inovatif numerasi secara berkelanjutan di kelas masing-masing.
Harapannya, pendampingan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran numerasi, tetapi juga membantu siswa di wilayah terdampak bencana menjadi lebih kritis dan siap menghadapi berbagai persoalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.[]
Tidak ada komentar