Anggota DPRA Aceh Muhammad IqbalASPIRATIF.ID — Kasus pengeroyokan yang menimpa seorang mahasiswa asal Aceh di halaman Masjid Agung Sibolga terus mendapat perhatian publik. Mahasiswa bernama Arjuna Tamaraya tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah dianiaya sejumlah orang pada Jumat dini hari, 31 Oktober 2025.
Menyikapi kejadian ini, Muhammad Iqbal, S.Kom, Anggota DPRA dari Dapil 9 dan anggota Komisi VI menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus meminta perhatian serius dari pemerintah.
“Saya meminta Kepolisian harus mengusut tuntas dan menangkap seluruh pelaku. Ini bukan hanya kriminal biasa, ini kejadian yang merenggut nyawa seorang anak muda Aceh di rumah ibadah. Masyarakat meminta keadilan. Saya sebagai perwakilan rakyat menegaskan, kasus ini tidak boleh ditangani setengah-setengah,” tegas Iqbal dalam keterangannya, Minggu 02 November 2025.
Lebih lanjut, Politikus muda partai Golkar ini juga mendesak Pemerintah Aceh dan Pemerintah Sumatera Utara untuk melakukan langkah bersama, khususnya menyangkut perlindungan terhadap warga/mahasiswa Aceh yang sedang berada di luar daerah.
“Sudah sering terjadi anak anak Aceh yang merantau menjadi korban kekerasan. Karena itu saya meminta adanya koordinasi antar pemerintah daerah untuk memastikan keamanan perantau kita. Kita harus kirim pesan kuat, bahwa kita tidak membiarkan satu pun warga Aceh di luar sana menjadi korban tanpa perhatian,” ujarnya.
Muhammad Iqbal menambahkan, semua masyarakat Aceh akan ikut memonitor proses hukum kasus ini serta siap mengawal sampai proses pengadilan.
“Kita kawal. Kita pastikan keluarga korban mendapatkan pendampingan maksimal. Dan pemerintah harus turun, jangan pasif,” pungkasnya.
Sebelumnya, polisi menyebut sudah mengamankan sebagian pelaku dan masih memburu pelaku lainnya. Masyarakat terus menanti komitmen aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus ini demi rasa keadilan publik.[]
Tidak ada komentar