Jubir Pemerintah Aceh, Muhammad MTAASPIRATIF.ID — Kabar terkait keberangkatan Bupati Aceh Selatan H.Mirwan melaksanakan ibadah umrah di tengah situasi bencana mendapat tanggapan bahkan kecaman dari berbagai pihak.
Pasalnya, secara etika langkah yang diambil Bupati Mirwan tersebut dianggap kurang elok, karena meninggalkan daerah saat musibah melanda.
Walaupun, sebelum berangkat ke tanah suci, Bupati Mirwan menyempatkan untuk turun dan meninjau lokasi pengungsian sembari menyalurkan bantuan dan menyumbangkan gaji yang diperoleh selama menjabat Bupati Aceh Selatan
“Bupati Mirwan telah mendaftarkan diri untuk melaksanakan ibadah Umrah sejak beberapa bulan lalu. Keberangkatan itu merupakan bagian dari agenda pribadi nya sebagai umat Muslim, sekaligus sebagai upaya meningkatkan kualitas spiritual di tengah padatnya tugas pemerintahan,” kata Plt.Sekda Aceh Selatan Diva Samudra Putra, Jum’at (05/12/2025).
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA mengatakan terkait informasi Bupati Aceh Selatan umrah ada beberapa hal yang perlu disampaikan ke publik.
Menurut MTA,pada 24 November 2025 Bupati Aceh Selatan pernah mengajukan permohonan izin perjalanan luar egeri dengan alasan penting kepada Gubernur Aceh.
“Atas dasar pertimbangan yang paling krusial, bahwa Aceh sedang dilanda Bencana Alam Hidrometeorologi akibat siklon tropis dan Gubernur sendiri telah menetapkan Status Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 Aceh, maka Gubernur telah meyampaikan balasan tertulis pada 28 November 2025 bahwa permohonan tersebut tidak dapat dikabulkan atau di tolak,” kata MTA.
Lebih lanjut, alumni Fakultas Dakwah UIN Ar Raniry itu menjelaskan, secara khusus Kabupaten Aceh selatan sendiri merupakan salah satu kabupaten terdampak yang parah akibat bencana saat ini.
“Dan Bupati sendiri telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Selatan,” sambung MTA.
MTA menambahkan, Gubernur telah memerintah pihaknya untuk melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan atau pejabat terkait Pemkab Aceh Selatan terkait hal ini, dan beberapa pejabat yang coba di hubungi masih belum terkonfirmasi.
“Gubernur telah menegaskan, apabila hal tersebut benar adanya maka beliau akan melakukan teguran kepada Bupati Aceh Selatan,” sebut MTA.
“Saat ini Gubernur masih di lapangan menunjau lansung kondisi bencana, berbagai komando dan koordinasi terus beliau lakukan via telekomunikasi, baik dengan Posko Utama di Banda Aceh dan Lanud SIM, maupun dengan semua jajaran instansi dalam upaya penanganan bencana ini,” tutup MTA.[]
Tidak ada komentar